HOLOPIS.COM, JAKARTA – PT TASPEN mengingatkan ASN dan pensiunan agar waspada link palsu berkedok pencairan gaji ke 13 yang marak dipakai penipu digital.
PT TASPEN mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan untuk lebih waspada terhadap maraknya penipuan digital yang mengatasnamakan perusahaan, terutama menjelang pencairan gaji ke-13 tahun 2026.
Modus yang paling sering digunakan pelaku yakni mengirimkan link palsu dengan dalih verifikasi data pencairan dana pensiun hingga tunjangan tambahan.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya laporan percobaan penipuan yang menyasar para pensiunan melalui telepon, pesan singkat, WhatsApp, hingga media sosial.
Manajer Cabang PT TASPEN Cabang Tanjungpinang, Agnes Salidesi Ginting, mengatakan pelaku biasanya memanfaatkan momen pencairan gaji ke-13 atau THR untuk membuat korban panik dan terburu-buru memberikan data pribadi.
“Pelaku biasanya menghubungi pensiunan melalui telepon atau WhatsApp dan meminta pembaruan data dengan alasan pencairan THR atau gaji ke-13,” ujar Agnes dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).
Menurut dia, peserta harus langsung curiga jika ada pihak yang meminta kode OTP, data rekening, PIN ATM, maupun mengarahkan untuk mengklik tautan tertentu.
Sebab, PT TASPEN menegaskan tidak pernah meminta data rahasia peserta melalui pesan pribadi ataupun telepon tidak resmi.
“Jika ada pihak yang mengaku dari Taspen dan meminta klik link atau memasukkan data rekening, masyarakat harus waspada karena itu bukan dari Taspen,” katanya.
PT TASPEN menegaskan keamanan data peserta menjadi prioritas utama perusahaan.
Untuk memperkuat perlindungan sistem, perusahaan telah menerapkan standar keamanan internasional ISO/IEC 27001:2013, termasuk penggunaan enkripsi data dan sistem Data Leakage Prevention (DLP).
Selain modus link palsu, perusahaan juga mengingatkan adanya praktik silent call atau telepon tanpa suara yang kini mulai marak dilakukan pelaku kejahatan siber.
Kepala SDM PT TASPEN Cabang Tanjungpinang, Adam Victor Handoyo, mengatakan panggilan misterius tersebut diduga digunakan untuk merekam suara korban yang nantinya dapat disalahgunakan.
“Sekarang marak telepon tanpa suara atau silent call untuk merekam suara korban yang kemudian bisa disalahgunakan,” ujar Adam.
Sebagai langkah pencegahan, TASPEN meminta peserta hanya mengakses informasi melalui kanal resmi perusahaan.
Peserta juga diimbau tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di grup WhatsApp atau media sosial tanpa verifikasi.
Untuk mempermudah proses autentikasi yang aman, PT TASPEN kini menghadirkan aplikasi Andal by Taspen.
Aplikasi tersebut memungkinkan pensiunan melakukan autentikasi bulanan cukup melalui swafoto menggunakan ponsel, tanpa harus datang langsung ke kantor atau antre di bank.
“Dengan aplikasi Andal by Taspen, pensiunan tidak perlu lagi antre ke bank. Cukup autentikasi melalui handphone, lalu dana pensiun bisa langsung diambil melalui ATM,” ucap Agnes.
Sementara bagi pensiunan lanjut usia maupun yang memiliki keterbatasan fisik, TASPEN juga menyediakan layanan kunjungan langsung ke rumah bersama mitra bayar tanpa dipungut biaya tambahan.
PT TASPEN turut mengampanyekan gerakan “Tahan, Pastikan, Lapor” agar peserta tidak gegabah saat menerima pesan mencurigakan.
Peserta diminta menahan diri untuk tidak langsung merespons, memastikan informasi melalui saluran resmi, lalu segera melapor jika menemukan indikasi penipuan.
“Selalu pastikan informasi hanya berasal dari kanal resmi PT Taspen, baik melalui website, Instagram, maupun nomor WhatsApp resmi perusahaan,” kata Adam.
Jika masyarakat menemukan dugaan penipuan, PT TASPEN meminta peserta segera menghubungi call center 1500919, telepon (021) 4241808, atau email resmi perusahaan agar dapat segera ditindaklanjuti.

