HOLOPIS.COM, JAKARTA – Fakta baru terungkap dalam kasus penembakan di Islamic Center of San Diego (ICSD), California Selatan, Amerika Serikat. Polisi menyebut aksi heroik tiga korban tewas berhasil menyelamatkan banyak orang di dalam kompleks masjid, termasuk puluhan anak-anak yang berada tidak jauh dari lokasi serangan.
Kepala Kepolisian San Diego Scott Wahl mengatakan ketiga korban sengaja mengalihkan perhatian pelaku agar jamaah lain memiliki waktu untuk berlindung di dalam ruangan yang terkunci.
Tiga korban tersebut diketahui merupakan petugas keamanan masjid bernama Abdullah, tetua masjid Mansour Kaziha, serta seorang tetangga bernama Nadir Awad. Polisi menyebut tindakan mereka memberi kesempatan bagi banyak orang di dalam gedung untuk menyelamatkan diri.
Menurut Wahl, ketiga korban rela mempertaruhkan nyawa demi melindungi jamaah lain dari serangan dua pelaku bersenjata tersebut.
Polisi Sebut Aksi Korban Cegah Pelaku Masuk Area Anak-anak
Dari ketiga korban, polisi memberi sorotan khusus kepada Abdullah yang disebut memiliki peran besar dalam menghambat gerak pelaku penembakan.
Wahl mengatakan aksi Abdullah berhasil memperlambat dan mengalihkan perhatian pelaku sehingga mereka gagal masuk ke area utama masjid yang saat itu dipenuhi anak-anak.
“TIndakan heroiknya berhasil memperlambat, mengalihkan perhatian, dan pada akhirnya mencegah dua pelaku memasuki area utama masjid),” kata Wahl, dikutip Holopis.com, Selasa (20/5).
Polisi menyebut saat kejadian terdapat sekitar 140 anak yang berada hanya sekitar 4,5 meter dari posisi para pelaku.
Meski hingga kini belum ditemukan ancaman spesifik terhadap Islamic Center of San Diego sebelumnya, aparat tetap menangani kasus tersebut sebagai dugaan kejahatan kebencian. Masjid tersebut diketahui merupakan pusat kegiatan Islam terbesar di kota San Diego dan juga menaungi sekolah Bright Horizon Academy.
Sebelumnya, dua pelaku berusia 17 dan 18 tahun dilaporkan menembak tiga pria di area luar masjid sebelum akhirnya ditemukan tewas bunuh diri di dalam kendaraan beberapa blok dari lokasi kejadian. Polisi dan FBI saat ini masih terus melakukan penyelidikan terkait motif penyerangan tersebut.


