Detik-detik Trump Batalkan Serangan ke Iran, Ada Negosiasi Rahasia di Balik Layar

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali jadi sorotan dunia setelah Presiden AS Donald Trump mengungkap alasan di balik penundaan serangan militer yang sempat direncanakan terhadap Teheran.

Trump menyebut keputusan itu diambil setelah adanya permintaan langsung dari para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Menurut Trump, jalur diplomasi kini masih dibuka lebar karena negosiasi penting tengah berlangsung secara tertutup di tengah meningkatnya eskalasi kawasan Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir.

“Negosiasi serius sedang berlangsung,” kata Trump saat menjelaskan alasan di balik penundaan operasi militer terhadap Iran dikutip dari Aljazeera, Selasa, (19/5/2026).

Omongan Trump itu jadi sinyal bahwa negara-negara Teluk sedang berupaya mencegah pecahnya konflik besar baru di kawasan yang sudah lama dilanda ketegangan geopolitik.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa keterlibatan Teheran dalam proses dialog bukan bentuk kelemahan ataupun menyerah terhadap tekanan Washington.

- Advertisement -

“Dialog bukan berarti menyerah,” ujar Pezeshkian.

Ia menegaskan Iran memasuki jalur perundingan “dengan bermartabat, berwibawa, dan menjaga hak-hak bangsa”.

Meski diplomasi terus berjalan, situasi keamanan di kawasan belum menunjukkan tanda mereda. Di Lebanon, serangan Israel dilaporkan masih berlangsung meskipun terdapat perpanjangan gencatan senjata yang dimediasi AS.

Laporan lokal menyebut jumlah korban tewas akibat serangan Israel telah melampaui 3.000 orang. Sedikitnya tujuh orang dilaporkan meninggal dunia pada Senin waktu setempat.

Sementara itu, Iran juga meningkatkan nada ancamannya terhadap AS dan Israel. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah menyerang kelompok-kelompok yang disebut terkait dengan AS dan Israel di wilayah Kurdistan barat dekat perbatasan Irak.

Dalam pernyataan yang dimuat kantor berita ISNA, IRGC menuding kelompok tersebut berupaya menyelundupkan senjata dan amunisi buatan Amerika Serikat ke wilayah Iran.

“Kelompok-kelompok dari Irak utara dan bertindak atas nama AS dan rezim Zionis sedang berupaya menyelundupkan sejumlah besar senjata dan amunisi Amerika,” demikian pernyataan IRGC.

Tak hanya itu, Iran juga memberi sinyal bakal memperketat kontrol di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia yang selama ini menjadi titik penting distribusi energi global.

IRGC menyatakan kabel serat optik yang melintasi Selat Hormuz dapat dikenakan sistem perizinan baru sebagai bagian dari penguatan kedaulatan Iran di kawasan tersebut.

“Setelah diberlakukannya kendali atas Selat Hormuz, Iran, dengan mengutip kedaulatan absolutnya atas dasar dan lapisan bawah laut teritorialnya… dapat menyatakan bahwa semua kabel serat optik yang melewati jalur air tersebut tunduk pada izin,” tulis IRGC dalam unggahan media sosial.

Ancaman lebih keras juga datang dari anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran, Mohsen Rezaei. Ia menyindir Trump yang dinilai beberapa kali mengumumkan lalu membatalkan tenggat serangan terhadap Iran.

Menurut Rezaei, Iran tidak akan tunduk pada tekanan militer Amerika Serikat.

“Tangan besi angkatan bersenjata dan rakyat Iran, akan memaksa AS untuk mundur dan menyerah,” tutur Razaei.

Peringatan keras berikutnya datang dari Mayor Jenderal Ali Abdollahi, komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran. Ia meminta AS dan sekutunya tidak melakukan kesalahan strategis atau salah perhitungan.

Menurut Abdollahi, militer Iran kini berada dalam kondisi jauh lebih siap dibanding sebelumnya.

Ia menegaskan setiap agresi baru terhadap Iran akan mendapat respons jauh lebih kuat dibanding konfrontasi-konfrontasi sebelumnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU