HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin memperketat pengawasan internal terhadap prajurit dengan menggelar apel malam. Pengawasan internal itu dilanjutkan dengan pemeriksaan tes urine mendadak bagi prajurit bujangan.
Dari keterangan Puspen Mabes TNI, langkah itu dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba dan mencegah perilaku menyimpang seperti LGBT di lingkungan TNI Angkatan Udara.
Kegiatan yang berlangsung di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin pada Minggu malam (17/5/2026) itu merupakan tindak lanjut arahan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto.
Seluruh prajurit bujangan Lanud Sultan Hasanuddin diwajibkan mengikuti apel malam sebagai bagian dari pembinaan dan pengawasan personel.
Melalui kegiatan tersebut, jajaran pimpinan Lanud ingin memastikan setiap prajurit tetap menjaga sikap disiplin, menaati aturan kedinasan, dan menjauhi berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merugikan institusi maupun diri sendiri.
Kepala Dinas Personel (Kadispers) Lanud Sultan Hasanuddin yang didampingi sejumlah pejabat utama menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba dan perilaku menyimpang merupakan pelanggaran serius yang tidak bisa ditoleransi di lingkungan TNI AU.
“Penyalahgunaan narkoba maupun perilaku menyimpang merupakan pelanggaran serius yang tidak memiliki tempat di lingkungan TNI AU,” demikian keterangan Puspen TNI dikutip pada Selasa, (19/5/2026).
Maka itu, pengawasan dan pembinaan disebut harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui langkah deteksi dini seperti tes urine mendadak.
Usai apel malam, seluruh prajurit bujangan langsung menjalani pemeriksaan urine sebagai bagian dari komitmen Lanud Sultan Hasanuddin dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, disiplin, dan bebas narkotika.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan mental dan karakter prajurit agar tetap memegang teguh nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI dalam kehidupan sehari-hari.
Lanud Sultan Hasanuddin berharap langkah preventif tersebut bisa meningkatkan kesadaran seluruh personel untuk menjaga nama baik satuan. Selain itu, bisa menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencoreng citra TNI AU.


