Perwira Militer Israel Tewas dalam Serangan Drone Hizbullah di Lebanon Selatan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Seorang perwira militer Israel dilaporkan tewas dalam serangan yang terjadi di wilayah Lebanon selatan pada Jumat (15/5). Insiden tersebut kembali memperlihatkan masih tingginya ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel meski gencatan senjata sempat diberlakukan sebelumnya.

Militer Israel mengidentifikasi korban sebagai Maoz Israel Recanati (24), seorang komandan di Brigade Infanteri Golani.

Menurut laporan media pemerintah Israel, Kan TV, dikutip Holopis.com, Minggu (17/5), Recanati tewas setelah drone bermuatan peledak yang diluncurkan kelompok Hizbullah menghantam pasukan Israel yang sedang beroperasi di Desa Deir Seryan, dekat Sungai Litani.

Wilayah tersebut berada di zona keamanan yang saat ini dikuasai Israel di Lebanon selatan. Selain menewaskan satu perwira, serangan itu juga menyebabkan seorang tentara Israel lainnya mengalami luka ringan.

Kan TV melaporkan pasukan Israel mendapat serangan drone dan mortir Hizbullah selama beberapa jam sebelum akhirnya Israel melancarkan serangan balasan ke area tersebut.

Ketegangan di kawasan perbatasan Lebanon selatan sendiri terus berlangsung dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah konflik yang melibatkan Israel dan Iran kembali memanas sejak akhir Februari lalu.

- Advertisement -

Situasi tersebut turut memicu bentrokan baru antara Israel dan Hizbullah di garis depan Lebanon.

Menurut laporan Kan TV, sejauh ini sedikitnya 20 tentara Israel dilaporkan tewas di Lebanon selatan sejak perang dengan Iran pecah pada 28 Februari.

Permusuhan antara kedua pihak masih terus terjadi meski sebelumnya telah diberlakukan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon pada pertengahan April lalu.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU