HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyambut positif keputusan perpanjangan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel selama 45 hari. Langkah tersebut dinilai penting untuk meredakan ketegangan yang masih terjadi di kawasan perbatasan kedua negara.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui kantor persnya pada Sabtu (16/5) menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai upaya diplomatik yang bertujuan menghentikan konflik dan mengurangi penderitaan warga sipil di kedua wilayah.
PBB juga kembali menegaskan pentingnya menjaga stabilitas di sekitar Garis Biru, yaitu garis demarkasi perbatasan antara Lebanon dan Israel yang ditetapkan PBB sejak tahun 2000.
“Sekjen PBB mendesak semua pihak untuk sepenuhnya menghormati penghentian permusuhan, menghentikan serangan lebih lanjut, dan mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, setiap saat,” kata kantor pers PBB, dikutip Holopis.com, Minggu (17/5).
Selain mendukung penghentian serangan, PBB juga menyatakan komitmennya untuk terus membantu proses diplomatik demi memastikan implementasi penuh Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB.
Resolusi tersebut sebelumnya dibuat untuk mengakhiri perang antara Hizbullah dan Israel pada 2006 lalu. Perpanjangan gencatan senjata ini sendiri dipandang sebagai langkah penting di tengah situasi keamanan Lebanon-Israel yang masih rentan memanas dalam beberapa bulan terakhir.

