HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer kini menghadapi tekanan besar dari internal pemerintahannya sendiri setelah Partai Buruh mengalami hasil buruk dalam pemilu lokal. Sejumlah menteri senior kabinet bahkan disebut mulai mendesak Starmer untuk menentukan jadwal pengunduran dirinya.
Dikutip Holopis.com (12/5), pada Senin malam menyebut Menteri Dalam Negeri Inggris Shabana Mahmood termasuk salah satu tokoh kabinet yang mendorong Starmer segera memberi kepastian soal masa depannya sebagai pemimpin pemerintahan.
Namun situasi di dalam kabinet disebut belum sepenuhnya solid. Sejumlah menteri lain dilaporkan masih mendukung Starmer, membuat perbedaan pandangan mulai terlihat di lingkaran pemerintahan Inggris.
Tekanan terhadap Starmer juga datang dari parlemen. Lebih dari 70 anggota parlemen Partai Buruh dikabarkan meminta dirinya mundur atau setidaknya menentukan jadwal pengunduran diri.
Tidak hanya itu, sedikitnya empat Sekretaris Pribadi Parlemen juga disebut sudah memilih mengundurkan diri di tengah memanasnya situasi politik internal partai.
Sementara itu, laporan Sky News menyebut Starmer kini tengah mempertimbangkan berbagai opsi menjelang rapat kabinet yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa pagi waktu setempat.
Posisi Starmer memang semakin tertekan setelah Partai Buruh mengalami kekalahan besar dalam pemilu lokal Inggris. Partai tersebut dilaporkan kehilangan hampir 1.500 kursi dewan dan gagal mempertahankan sekitar 40 dewan lokal, termasuk wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis kuat Partai Buruh.
Meski berada di bawah tekanan besar, Starmer menegaskan dirinya belum berniat mundur dari jabatannya.
Berbicara pada Senin pagi, ia mengakui hasil pemilu tersebut merupakan pukulan berat bagi partainya. Namun Starmer memastikan dirinya akan tetap bertahan.
Saat ditanya apakah ia siap menghadapi para penantang dari internal partai terkait posisi kepemimpinannya, Starmer menjawab singkat, “Ya.”
Situasi politik di Inggris kini semakin jadi perhatian setelah gejolak internal Partai Buruh terus memanas. Banyak pihak menilai beberapa hari ke depan akan menjadi penentu masa depan kepemimpinan Keir Starmer sebagai perdana menteri.

