Terungkap! Sayuran Ini Disebut Bisa Bantu Hambat Pertumbuhan Sel Kanker

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kelompok sayuran cruciferous kembali jadi perhatian dunia Kesehatan. Hal itu karena merujuk sejumlah penelitian yang menunjukkan potensi kandungan alaminya dalam membantu mencegah perkembangan kanker.

Sayuran cruciferous merupakan kelompok tanaman dari genus Brassica yang mencakup brokoli, kubis, kale, kembang kol, bok choy, lobak, selada air, hingga wasabi.

Mengutip dari laman cancer.gov, manfaat tanaman itu memiliki vitamin dan serat yang, sayuran ini ternyata menyimpan senyawa aktif yang menjadi fokus penelitian para ilmuwan kanker selama bertahun-tahun.

Para peneliti menyebut sayuran cruciferous mengandung glukosinolat, yaitu senyawa sulfur alami yang memberi aroma tajam dan rasa sedikit pahit pada sayuran tersebut.

Saat dipotong, dikunyah, atau dicerna, glukosinolat akan terurai menjadi senyawa biologis aktif seperti indol dan isotiosianat. Dua zat yang paling banyak diteliti adalah indole-3-carbinol dan sulforaphane.

“Sayuran silangan menghambat pembentukan pembuluh darah tumor (angiogenesis) dan migrasi sel tumor (yang dibutuhkan untuk metastasis),” demikian dari laman cancer.gov, pada Senin, (11/5/2026).

- Advertisement -

Dalam berbagai penelitian laboratorium dan uji hewan, senyawa itu disebut punya potensi membantu menghambat perkembangan kanker pada sejumlah organ, seperti paru-paru, payudara, hati, lambung, usus besar, hingga kandung kemih.

Penelitian juga menemukan beberapa mekanisme yang diduga berperan dalam efek tersebut.
Senyawa aktif pada sayuran cruciferous disebut bisa bantu melindungi sel dari kerusakan DNA.

Selain itu, bisa menonaktifkan zat karsinogen, mengurangi peradangan, hingga memicu apoptosis atau kematian sel abnormal.

Kemudian, dari beberapa studi menunjukkan zat tersebut berpotensi menghambat pembentukan pembuluh darah tumor serta migrasi sel kanker yang berkaitan dengan proses metastasis.
Meski demikian, hasil penelitian pada manusia masih menunjukkan temuan yang beragam.

Pada studi terkait kanker prostat, sejumlah penelitian kohort di Belanda, AS, dan Eropa menemukan hubungan yang relatif kecil antara konsumsi sayuran cruciferous dengan penurunan risiko kanker.

Namun, beberapa studi kasus-kontrol menunjukkan orang yang lebih sering mengonsumsi sayuran jenis ini memiliki risiko kanker prostat lebih rendah. Hasil serupa juga ditemukan pada penelitian kanker kolorektal, paru-paru, dan payudara.

Sebagian penelitian menemukan adanya kaitan positif, sementara studi lain menunjukkan hubungan yang lemah atau tidak signifikan.

Meski belum ada kesimpulan mutlak bahwa sayuran cruciferous mampu mencegah kanker secara langsung, para ahli tetap menilai kelompok sayuran ini penting dalam pola makan sehat.

Selain kaya antioksidan, sayuran cruciferous juga mengandung vitamin C, E, K, folat, karotenoid, serta mineral penting bagi tubuh.

Pedoman diet untuk warga AS bahkan merekomendasikan konsumsi beragam sayuran setiap hari. Hal itu termasuk kelompok sayuran hijau tua seperti brokoli, kale, dan kubis.

Para peneliti menegaskan bahwa pencegahan kanker tetap membutuhkan kombinasi gaya hidup sehat secara menyeluruh, mulai dari pola makan bergizi, olahraga rutin, menjaga berat badan, hingga menghindari rokok dan alkohol.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU