HOLOPIS.COM, JAKARTA – Duka kembali menyelimuti Papua Tengah setelah aksi penyerangan bersenjata terjadi di Camp Wini Kalikuluk MP 69, Tembagapura, Kabupaten Mimika.
Dalam insiden tersebut, seorang anak perempuan berusia sekitar 12 hingga 15 tahun meninggal dunia akibat luka tembak. Selain itu, satu warga lainnya mengalami luka pada bagian betis kiri dan kini masih menjalani perawatan medis.
Situasi mencekam juga memaksa sejumlah warga meninggalkan lokasi dan mengungsi demi menyelamatkan diri dari ancaman kelompok bersenjata yang diduga berasal dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Guspi Waker.
Sebelum serangan terjadi, personel Satgas TNI yang bertugas mengamankan wilayah disebut telah mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan dari arah Camp David di seberang sungai.
Tidak lama kemudian, terdengar dua kali letusan senjata api yang disusul rentetan tembakan ke arah posisi personel Satgas TNI di sekitar permukiman warga.
Di tengah situasi yang menegangkan, aparat
TNI disebut tetap mengedepankan prinsip Rules of Engagement (ROE) dengan tindakan yang terukur dan sesuai prosedur hukum.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan keselamatan warga sipil menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut.
“Dalam menghadapi ancaman tersebut, prajurit TNI tetap mengedepankan prinsip Rules of Engagement (ROE) dengan bertindak secara terukur, profesional, dan sesuai hukum serta menjunjung tinggi hak asasi manusia,” kata Mayjen Aulia, dalam keterangan Puspen TNI, dikutip pada Minggu, (10/5/2026).
Ia juga menyampaikan prajurit TNI terlebih dahulu mengevakuasi perempuan, anak-anak, dan warga sipil lainnya ke tempat aman sebelum melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang melarikan diri ke dalam hutan.
Mayjen Aulia menuturkan dengan berpegang pada prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto yakni keselamatan rakyat merupakan prioritas utama, Prajurit TNI segera mengevakuasi perempuan, anak-anak, dan warga lainnya ke tempat yang lebih aman.
“Sebelum melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang melarikan diri ke dalam hutan,” jelas Mayjen Aulia.
Di tengah proses evakuasi, prajurit TNI pun seorang anak perempuan mengalami luka tembak pada bahu kiri. Korban kemudian
ditandu menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Namun nahas, saat perjalanan menuju rumah sakit tepatnya di Jalan Poros MP 69, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.
Insiden itu meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat setempat yang selama ini mendambakan situasi damai dan aman di Papua.
Saat ini, Satgas TNI Kewilayahan masih melakukan patroli pengamanan serta pendalaman terhadap insiden penyerangan tersebut. Pemantauan terhadap aktivitas kelompok OPM pimpinan Guspi Waker di wilayah Kalikuluk dan sekitarnya juga terus ditingkatkan.
TNI menegaskan komitmennya untuk terus hadir melindungi masyarakat Papua dari berbagai ancaman kekerasan dengan langkah yang cepat, profesional, dan sesuai prosedur demi menjaga keamanan warga sipil.


