Kenapa Quiet Luxury Masih Digemari? Gaya ‘Old Money’ Belum Hilang dari Tren Fashion

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tren quiet luxury masih terus mendominasi dunia fashion dalam beberapa tahun terakhir. Gaya ini identik dengan tampilan elegan, warna-warna netral, potongan sederhana, dan kesan mahal tanpa logo mencolok.

Meski tren fashion terus berubah dengan cepat, estetika “old money” ternyata belum benar-benar hilang. Bahkan hingga sekarang, gaya ini masih sering terlihat di media sosial, runway fashion, hingga penampilan selebriti dunia.

Quiet luxury sendiri lebih menonjolkan kualitas, detail, dan kesan effortless dibanding outfit yang terlalu ramai. Karena itu, tren ini dianggap lebih timeless dan mudah dipakai dalam berbagai situasi.

1. Fokus pada Potongan dan Material

Salah satu ciri utama quiet luxury adalah kualitas pakaian yang terlihat dari potongan dan materialnya. Outfit dalam tren ini biasanya memiliki siluet yang rapi, clean, dan tidak terlalu banyak detail berlebihan.

Bahan seperti linen, wool, cashmere, satin, hingga katun premium sering digunakan karena memberi kesan lebih elegan secara visual. Bahkan tanpa logo besar, pakaian tetap terlihat mahal karena kualitas kain dan jahitannya. Karena itu, quiet luxury sering dianggap sebagai gaya yang lebih “tenang” tetapi tetap sophisticated.

2. Didominasi Warna Netral

Warna menjadi elemen penting dalam tren quiet luxury. Palet yang paling sering digunakan biasanya putih, hitam, krem, navy, abu-abu, cokelat, hingga olive.

- Advertisement -

Warna-warna ini membuat outfit terlihat lebih clean dan mudah dipadukan dengan item lain. Selain itu, tone netral juga memberi kesan klasik yang tidak cepat terlihat “ketinggalan zaman”. Karena tidak terlalu mencolok, gaya ini juga sering terlihat lebih dewasa dan polished.

3. Dipopulerkan Film dan Media Sosial

Popularitas quiet luxury meningkat pesat setelah estetika “old money” ramai di media sosial. Banyak orang mulai tertarik dengan gaya berpakaian yang terlihat effortless tetapi tetap mahal.

Serial televisi, film, hingga penampilan keluarga kaya dalam budaya populer juga ikut memengaruhi tren ini. Outfit seperti blazer tailored, sweater rajut, loafers, hingga celana bahan longgar menjadi semakin populer karena dianggap merepresentasikan gaya hidup elite yang understated. Media sosial kemudian membuat estetika ini semakin mudah dikenali dan diikuti.

4. Tidak Bergantung pada Logo Besar

Berbeda dengan tren logomania yang sempat populer beberapa tahun lalu, quiet luxury justru menghindari tampilan yang terlalu penuh branding.

Outfit lebih menonjolkan siluet, tekstur kain, dan styling dibanding nama brand yang terlihat jelas. Karena itu, banyak orang menilai gaya ini terlihat lebih elegan dan tidak terlalu “berusaha keras” untuk tampak mahal. Konsep inilah yang membuat quiet luxury terasa lebih minimalis.

5. Dinilai Lebih Timeless

Salah satu alasan quiet luxury masih bertahan adalah karena item-itemnya mudah dipakai dalam jangka panjang. Blazer polos, trench coat, celana tailored, tas kulit sederhana, hingga loafers klasik selalu bisa digunakan meski tren fashion berubah.

Berbeda dengan fast fashion yang cepat berganti tren, quiet luxury lebih fokus pada item dasar yang versatile dan tidak mudah terlihat outdated. Karena itu, banyak orang mulai melihat gaya ini sebagai investasi fashion jangka panjang, bukan sekadar tren sesaat.

Popularitas quiet luxury menunjukkan bahwa dunia fashion saat ini tidak selalu mengejar tampilan paling mencolok. Justru kesederhanaan, detail kecil, dan kualitas menjadi daya tarik utama dari gaya yang terus bertahan ini.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU