Dari Liburan Jadi Bencana, Kisah Penumpang Kapal Pesiar yang Terjebak Hantavirus

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Situasi mencekam terjadi di tengah Samudera Atlantik. Sebuah kapal pesiar ekspedisi, MV Hondius, mendadak berubah menjadi zona karantina setelah wabah virus langka Hantavirus menyerang penumpang dan awaknya.

Rekaman yang diperoleh media internasional memperlihatkan suasana kontras geladak yang biasanya ramai kini kosong. Pun, area berkumpul sepi, dan tim medis mengenakan alat pelindung lengkap.

Di balik ketenangan visual itu, ketegangan terus meningkat.

Kapal pesiar yang menjadi pusat wabah virus langka menunjukkan geladak dan area berkumpul yang sepi, tim medis dengan peralatan pelindung, dan pemandangan yang tenang di depan saat kapal beserta hampir 150 penumpang dan awaknya menunggu satu hari lagi di lepas pantai Afrika Barat,” demikian laporan media internasional dikutip pada Rabu, (6/5/2026).

Sedikitnya tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia dan empat lainnya jatuh sakit. Otoritas kesehatan mengidentifikasi wabah tersebut sebagai hantavirus, penyakit yang umumnya ditularkan melalui paparan kotoran hewan pengerat.

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa seluruh penumpang kini diisolasi di dalam kabin masing-masing.

- Advertisement -

Tiga penumpang tewas dan sedikitnya empat orang sakit dalam apa yang menurut pejabat kesehatan merupakan wabah hantavirus, yang biasanya menyebar melalui menghirup kotoran hewan pengerat yang terkontaminasi,” lanjut laporan media.

Kapal yang dioperasikan Oceanwide Expeditions itu kini tertahan di perairan lepas Tanjung Verde. Rencana evakuasi darurat pun disusun, termasuk pemindahan pasien ke Belanda menggunakan pesawat medis khusus.

Perusahaan yang mengoperasikan kapal tersebut mengatakan pihaknya berencana untuk pindah ke Kepulauan Canary di Spanyol setelah tiga orang telah dievakuasi secara medis dan dimasukkan ke dalam pesawat yang dilengkapi perlengkapan khusus ke Belanda.

Hidup dalam Ketidakpastian

Di tengah situasi darurat, para penumpang yang tujuannya berlibur kini hanya bisa menunggu. Aktivitas sehari-hari berubah drastis, meski sebagian mencoba tetap tenang.

“Hari-hari kami hampir normal, hanya menunggu pihak berwenang menemukan solusi,” kata penumpang Qasem Elhato.

“Tetapi semangat kerja di kapal tinggi dan kami menyibukkan diri dengan membaca, menonton film, minum minuman panas, dan hal-hal semacam itu.”

Penumpang lain, Helene Goessaert, menggambarkan situasi yang penuh ketidakpastian.

“Anda tidak boleh memulai perjalanan dengan gagasan bahwa salah satu penumpang Anda tidak akan berhasil,” kata Helena.

“Kami menerima informasi secara berkala. Itu akurat. Selebihnya, ini adalah permainan menunggu,” tambah Helena.

Dia mengaku dapat menerima asupan buah-buahan dan sayuran segar selama kapal dikarantina. “Hari ini kami menerima buah-buahan segar dan sayuran segar. Itu sangat penting bagi kami,” ujarnya.

Adapun Pemerintah Cape Verde sudah mengirim tim medis lengkap ke kapal, termasuk dokter, ahli bedah, dan spesialis laboratorium. Dalam rekaman video, mereka terlihat mengenakan pakaian hazmat saat naik ke kapal.

Di daratan, protokol kesehatan juga diperketat, terutama di sekitar pelabuhan, untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Meski hantavirus umumnya tidak menular antar manusia, otoritas kesehatan mengakui kemungkinan tersebut tetap ada.

Para penumpang kini menerapkan protokol ketat. Mereka memakai masker dan menjaga jarak. Cara itu seperti mengingatkan pada situasi pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu.

Operator kapal menyatakan telah menerapkan respons tingkat tertinggi, termasuk isolasi, sanitasi ketat, dan pemantauan medis intensif.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU