HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menegaskan bahwa Washington tidak akan membiarkan Iran menjadikan penguasaan atas Selat Hormuz sebagai “kenormalan baru” setelah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut. Pernyataan itu disampaikan Rubio dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Selasa (5/5), sehari setelah terjadinya baku tembak di jalur pelayaran strategis tersebut.
“Mereka berupaya menjadikan ini sebagai kenormalan baru,” ujar Rubio, dikutip Holopis.com, Rabu (6/5).
“Dalam keadaan apa pun, kita tidak boleh membiarkan mereka menormalkan fakta bahwa mereka dapat meledakkan kapal komersial dan memasang ranjau di perairan,” lanjutnya.
Rubio mengatakan pemerintah AS ingin Selat Hormuz kembali dibuka secara normal seperti sebelumnya, mengingat jalur tersebut memiliki peran penting bagi distribusi energi global.
“Preferensi kami adalah agar selat ini dibuka sebagaimana seharusnya dibuka, kembali seperti semula,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak boleh menentukan pihak mana yang dapat melintasi jalur pelayaran tersebut.
“Iran tidak boleh diizinkan untuk menentukan siapa yang menggunakan jalur perairan vital ini,” tambah Rubio.
Sebagai informasi, ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, sejumlah komandan senior, serta warga sipil.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan kepentingan AS dan Israel di Timur Tengah. Iran juga memperketat pengawasan dan pengendalian di Selat Hormuz, yang


