HOLOPIS.COM, JAKARTA – Peta politik Filipina kembali bergejolak. Kali ini, sorotan tertuju pada Wakil Presiden Sara Duterte yang menghadapi tekanan serius setelah komite Kongres menyatakan ada alasan yang cukup untuk melanjutkan proses pemakzulan.
Keputusan penting itu diambil secara bulat oleh komite kehakiman DPR yang beranggotakan 53 orang. Hasil ini menjadi titik balik baru dalam konflik politik yang semakin terbuka antara Sara Duterte dan Presiden Ferdinand Marcos Jr.
Dari laporan media internasional, kasus yang menjerat Sara Duterte tak ringan. Ia dituduh terlibat dalam penyalahgunaan dana negara. Pun, Sara Duterte juga diduga memiliki kekayaan yang tidak dapat dijelaskan, hingga dugaan ancaman terhadap kepala negara.
Tuduhan ini berakar dari penggunaan anggaran saat menjabat sebagai Wakil Presiden dan juga ketika memimpin Kementerian Pendidikan.
Dalam sidang, Biro Investigasi Nasional Filipina mengungkap pernyataan Sara Duterte dalam konferensi pers daring tahun 2024. Saat itu, ia menyinggung kemungkinan pembunuhan terhadap Presiden, istri Presiden, dan Ketua DPR jika dirinya dibunuh. Menurut dia, ancaman itu mengganggu keamanan nasional.
Meski demikian, Sara Duterte tetap membantah semua tuduhan. Ia juga memilih tidak merinci pembelaannya terhadap setiap poin yang dituduhkan kepadanya.
Proses ini kini memasuki tahap krusial. Dua pengaduan pemakzulan yang telah diperkuat oleh keputusan komite akan dibawa ke sidang pleno DPR yang beranggotakan lebih dari 300 legislator.
Jika mayoritas mendukung, Sara Duterte akan menghadapi persidangan di Senat, tahap yang dapat menentukan nasib politiknya.
Ketua komite kehakiman, Gerville Luistro, turut menyoroti sikap Sara Duterte yang dinilai tidak kooperatif selama proses penyelidikan.
“Jika tidak ada yang disembunyikan, tidak ada alasan untuk menyembunyikan, tidak ada alasan untuk menghalangi,” kata Luistro di awal sidang komite dikutip pada Kamis, (30/4/2026).
“Satu-satunya orang yang takut akan pengungkapan transaksi ini adalah mereka yang memiliki rahasia kotor,” lanjut Luistro.
Di sisi lain, langkah hukum balik justru diambil oleh kubu Sara Duterte. Suaminya, Manases Carpio, melaporkan Luistro dan sejumlah pejabat lain terkait pembukaan data transaksi bank yang dianggap melanggar aturan kerahasiaan perbankan.
Dinamika ini semakin kompleks dengan latar belakang keluarga politik Sara Duterte. Ia merupakan putri mantan Presiden Rodrigo Duterte yang kini menghadapi proses hukum di Mahkamah Pidana Internasional atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait perang melawan narkoba.
Menariknya, sebagian tuduhan terhadap Sara Duterte sejatinya bukan hal baru. Ia sempat lolos dari proses pemakzulan sebelumnya karena alasan teknis, setelah Mahkamah Agung memutuskan bahwa DPR melanggar aturan konstitusi yang membatasi satu proses pemakzulan dalam setahun.
Kini, dengan pembatasan tersebut telah terlewati, tekanan kembali menguat. Terlebih, isu ini juga berkaitan dengan ambisi Duterte yang disebut-sebut akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2028.
Meski diterpa kontroversi, tingkat popularitas Sara Duterte tetap relatif tinggi berdasarkan sejumlah survei independen. Namun, hubungan politiknya dengan Marcos Jr, saat ini berubah menjadi rivalitas terbuka.


