KOGAMTI : Persatuan Jadi Kunci Utama Kawal Kepemimpinan Prabowo Menuju Indonesia Emas

14 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMKetua Umum Komite Generasi Muda Timur Indonesia (KOGAMTI), Afandi Somar, menyerukan pentingnya menjaga stabilitas nasional dan memperkokoh tali persaudaraan antar-anak bangsa.

“Di tengah dinamika pembangunan global yang kian menantang, mari kita berdiri tegak mengawal visi besar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” kata Afandi Somar dalam keterangan persnya, Selasa (21/4/2026).

- Advertisement -

Ia juga menekankan bahwa kondisi bangsa yang kondusif hari ini adalah modal sosial yang tak ternilai harganya. Ia mengajak seluruh elemen pemuda, khususnya dari Indonesia Timur, untuk menjadi garda terdepan dalam merawat kebinekaan.

“Hari ini bukan lagi saatnya kita berdebat tentang perbedaan warna atau latar belakang. Sebagai anak bangsa, tugas kita adalah merajut kembali helai-helai persatuan yang mungkin sempat merenggang. Kita harus menjaga kondisi dan keadaan bangsa agar tetap tenang, damai, dan produktif,” ujarnya.

- Advertisement -

Kemudian, aktivis dari Indonesia Timur ini pun menambahkan, bahwa Persatuan dan Kesatuan bukan sekadar slogan, melainkan napas kehidupan bernegara. “Ya, tanpa stabilitas keamanan dan harmoni sosial, kebijakan pembangunan semolek apa pun tidak akan bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat di akar rumput,”

Dukungan Penuh untuk Program Strategis Prabowo-Gibran

KOGAMTI secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan serta program-program unggulan yang diusung oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Afandi menilai, arah kebijakan pemerintah saat ini sangat inklusif dan memberikan harapan baru bagi percepatan pembangunan di wilayah timur Indonesia.

“Kami melihat ada komitmen kuat dari Bapak Presiden Prabowo untuk melakukan hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program makan bergizi gratis. Ini adalah langkah konkret perbaikan bangsa yang harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Afandi meyakini bahwa duet kepemimpinan ini mampu membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap) menuju negara maju. Oleh karena itu, ia menghimbau agar generasi muda tidak terjebak dalam narasi-narasi provokatif yang dapat memecah belah fokus pembangunan nasional.

Terlebih, menjaga persatuan dalam konteks kenegaraan bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan kontrak sosial antara negara dan warganya. Beberapa referensi penting terkait upaya perbaikan bangsa dalam bingkai persatuan di antaranya adalah, pertama yakni paradigma geopolitik Indonesia.

Afandi menilai bahwa di dalam konsep Wawasan Nusantara, persatuan wilayah dan penduduk adalah kekuatan utama. Perbaikan bangsa dimulai dari pemerataan pembangunan (Indonesia Sentris), di mana wilayah Timur tidak lagi dipandang sebagai pinggiran, melainkan pintu gerbang ekonomi masa depan.

Kemudian yang kedua adalah soal stabilitas politik sebagai prasyarat ekonomi. Karena secara teori kenegaraan, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan hanya bisa terjadi jika terdapat stabilitas politik.

“Dukungan terhadap pemerintah yang sah adalah bentuk kontribusi warga negara dalam menjaga iklim investasi dan kepercayaan publik internasional,” tutur Afandi.

Berikutnya adalah transformasi sosial melalui pendidikan. Sebab ia sangat meyakini jika perbaikan bangsa dalam jangka panjang terletak pada investasi manusia. Terlebih sudah ada di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 (UUD 45), di mana negara berkewajiban untuk memberikan akses pendidikan.

“Kebijakan Prabowo-Gibran dalam memperkuat sistem pendidikan dan kesehatan merupakan implementasi dari amanat UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” paparnya.

Dan yang terakhir adalah gotong royong modern. Di era digital, Afandi menegaskan bahwa persatuan diuji oleh arus informasi. Karena anak bangsa yang bersatu berarti setiap individu harus cerdas memfilter disinformasi yang bertujuan mengadu domba. Semangat gotong royong harus bertransformasi menjadi kolaborasi kreatif antar-pemuda dari Sabang sampai Merauke.

Oleh sebab itu, Afandi Somar pun mengajak kepada seluruh bangsa Indonesia, khususnya pemuda dari Sabang sampai Merauke, dan dari Miangas hingga Pulau Rote untuk terus menjaga optimisme kebangsaan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

“KOGAMTI akan terus menjadi mitra strategis pemerintah. Kami mengajak seluruh anak bangsa. Mari kita bersatu, kita jaga rumah besar kita ini. Dukungan kita kepada Presiden Prabowo dan Wapres Gibran adalah investasi untuk masa depan generasi kita sendiri. Jika pemuda bersatu, Indonesia tidak hanya akan maju, tapi juga akan disegani di mata dunia,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
14 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru