Ratusan Warga di Kota Surakarta Terdampak Banjir

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (14/4) malam.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, banjir disebabkan curah hujan tinggi disertai meluapnya Kali Jenes.

“Air masuk ke kawasan pemukiman dan berdampak pada delapan kelurahan di tiga kecamatan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (15/4).

Abdul mengungkapkan bahwa ada 715 Kepala Keluarga (KK) dan 109 jiwa mengungsi. Dengan rincian 11 jiwa mengungsi di Masjid Al-Furqon RT 04 RW 22 Kelurahan Panularan, 34 jiwa di RW 03 dan RW 04 Selatan LDII Kelurahan Pajang, 4 jiwa di balai warga RW 14 Totosari Kelurahan Pajang, 16 jiwa di rumah warga RT 02 RW 13 Kelurahan Tipes, 14 jiwa di Masjid Al Hidayah RT 03 RW 03 Kelurahan Joyontakan, dan 30 jiwa mengungsi di gedung TK RT 03 RW 05 Kelurahan Bumi.

Saat ini tim gabungan telah diterjunkan untuk melakukan evakuasi warga yang terjebak dengan menggunakan perahu karet.

“Sementara logistik permakanan juga didistribusikan kepada warga terdampak yang masih bertahan di rumah maupun di titik-titik pengungsian,” ujarnya.

- Advertisement -

Abdul memastikan bahwa hingga saat ini kondisi banjir masih belum surut dengan tinggi muka air 50 hingga 80 cm.

“Jaringan listrik di beberapa wilayah dimatikan. Hujan masih turun dengan intensitas sedang-lebat,” ujarnya.

Merespons kejadian angin kencang dan banjir yang berdampak signifikan di beberapa wilayah di tanah air, Abdul mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan musim hujan ke kemarau.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, cek atap rumah secara berkala, serta pangkas ranting pohon yang sudah tua atau rapuh di area sekitar rumah. Jika kejadian angin kencang terjadi, segera berlindung ke dalam bangunan yang kokoh, jangan berteduh di bawah pohon, baliho atau tiang yang rentan roboh.

“Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana dan rencana darurat sebagai langkah kesiapsiagaan. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diimbau untuk memantau ketinggian muka air secara berkala. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama, disarankan melakukan evakuasi mandiri serta terus memantau informasi dari sumber resmi pemerintah,” imbaunya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU