HOLOPIS.COM, Anambas – Heboh di Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, 155 siswa PAUD hingga SMP diduga keracunan usai menyantap MBG, sementara warga sempat dilarang merekam kejadian tersebut.
Sebuah video yang beredar di media sosial bikin heboh jagat maya.
Dalam rekaman yang diunggah akun X (dulu Twitter) @menuembegejelek, terlihat kepanikan tenaga kesehatan yang membawa brankar berisi anak-anak yang diduga mengalami keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.
Yang bikin suasana makin tegang, sejumlah warga yang merekam kejadian itu justru sempat ditegur dan dimarahi oleh orang yang diduga petugas keamanan rumah sakit.
Mereka terlihat melarang pengambilan video di lokasi saat proses evakuasi pasien berlangsung.
Peristiwa ini ternyata bukan kejadian kecil, sebab data terbaru menyebutkan sebanyak 155 siswa dari jenjang PAUD hingga SMP mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program MBG.
Tak hanya siswa, sejumlah orang tua yang ikut mengonsumsi makanan tersebut juga dilaporkan ikut terdampak.
⚠️ KABAR KERACUNAN EMBEGE (LAGI)! ⚠️
Korbannya berjumlah 150+++. Sebuah rekor yang membikin kita istigfar berkali-kali. Terjadi baru kemarin, 15 April, 2026.
Sebagai rakyat yang tedzolimi oleh si botak iblis dadan, do'a atau kutukan apa yang layak dilayangkan kepadanya? https://t.co/FbPMJkwsJn
— MBG Jelek (@menuembegejelek) April 16, 2026
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Anambas, Feri Oktavia, mengatakan penanganan masih terus dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan.
“Untuk kondisi pagi ini, penanganan masih berlangsung di rumah sakit dan puskesmas,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Dari total pasien yang ditangani di RSUD Palmatak, tercatat 114 orang sempat mendapatkan perawatan sejak awal kejadian.
Namun sebagian besar sudah diperbolehkan pulang, sementara beberapa lainnya masih harus menjalani observasi.
“Empat orang siswa masih dalam perawatan medis di rumah sakit,” jelas Feri.
Sementara itu, di Puskesmas Siantan Tengah juga tercatat puluhan pasien ditangani.
Dari 41 orang yang masuk, sebagian sudah dipulangkan, namun belasan lainnya masih dalam perawatan lanjutan.
Kondisi serupa juga terjadi di beberapa puskesmas lain di wilayah tersebut yang ikut menerima rujukan pasien dengan gejala mual, muntah, hingga pusing.
Gejala Muncul
Berdasarkan keterangan warga, gejala mulai muncul beberapa jam setelah para siswa menyantap menu MBG sekitar pukul 10.00 WIB.
Sekitar pukul 13.00 WIB, banyak siswa mulai mengeluhkan kondisi seperti mual, muntah, hingga pusing secara bersamaan.
Kasus pertama dilaporkan terjadi di salah satu sekolah di Kecamatan Siantan Tengah, sebelum kemudian menyebar ke sejumlah sekolah lain di wilayah yang sama.
“Awalnya dari satu sekolah, tapi tidak lama kemudian banyak laporan dari sekolah lain dengan gejala yang sama,” ujar salah satu warga yang ikut menyaksikan kejadian.
Polisi Turun Tangan
Menanggapi kejadian ini, pihak kepolisian Polres Kepulauan Anambas langsung bergerak cepat.
Tim diterjunkan untuk melakukan penyelidikan di lapangan, termasuk mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.
Selain itu, petugas juga memeriksa dapur penyedia makanan program MBG, serta meminta keterangan dari pihak sekolah, pengelola program, dan tenaga kesehatan yang menangani korban.
“Penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium,” kata salah satu petugas yang terlibat dalam penyelidikan.
Dari informasi yang dihimpun, menu makanan yang disajikan dalam program MBG pada hari kejadian terdiri dari nasi putih, tumis sawi, wortel, buncis, telur sambal kecap, tempe goreng, serta buah kelengkeng.
Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah menu tersebut menjadi sumber utama penyebab keracunan, karena proses investigasi masih berjalan.
Video tersebut kini sudah menyebar luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi warganet, terutama terkait transparansi penanganan kasus serta keamanan program makanan untuk siswa.


