JAKARTA, HOLOPIS.COM – Muhammad Said Didu menduga bahwa ada operasi yang sedang dilakukan oleh kelompok tertentu dalam rentetan pelaporan kepada Jusuf Kalla (JK) ke Kepolisian. Hal ini disampaikan mulai dari sengkarut video AI Rismon Sianipar hingga isi pidatonya di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
“Setelah Pak JK melaporkan Rismon dan minta Jokowi tunjukkan ijazah asli untuk menghentikan kegaduhan, terjadi gerakan sistimatis memojokkan Pak JK,” tulis Said Didu di akun X pribadinya @msaid_didu seperti dikutip Holopis.com, Selasa (14/4/2026).
Aktivis demokrasi sekaligus mantan Sekretaris Kementerian BUMN tersebut mengatakan, bahwa ada dugaan penggerakan operasi ini berasal dari geng Solo, yang dialamatkan kepada kelompok pendukung Presiden RI ke 7 Joko Widodo, sekalipun ia tak menyebut secara eksplisit.
“Setelah ditelusuri diduga sangat keras bahwa gerakan tersebut bersumber dari Geng Solo. Publik makin paham dan tidak akan diam,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, bahwa Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) dan sejumlah organisasi lain melaporkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ke Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau Polda Metro Jaya. Mereka melaporkan JK atas pernyataannya dalam ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ketua Umum GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat menilai ucapan JK dalam forum itu menimbulkan polemik dan keresahan. Itulah yang menjadi landasan utama mengapa pihaknya mendatangi Polda Metro Jaya dan memperkarakan mantan Wakil Presiden RI tersebut.
“Kami melaporkan kepada Polda Metro Jaya sehingga pernyataan yang sudah menimbulkan kegaduhan di masyarakat dan di media sosial ini bisa lebih terarah untuk kemudian diselesaikan secara hukum,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada Senin, 13 April 2026.
Para pelapor melayangkan laporan itu pada Ahad malam, 12 April 2026. Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/2547/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, LP/B/2546/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, dan LP/B/2550/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 12 April 2026.
Pun demikian, diketahui pula, bahwa Sahat Martin Philip Sinurat tercatat aktif sebagai Ketua bidang Ideologi DPP PSI (Partai Solidaritas Indonesia), di mana Kaesang Pangarep yang notabane adalah putra bungsu Joko Widodo memimpinnya.
PSI Bantah Aktivitas Sahat Berkaitan dengan PSI
Sementara itu, juru bicara DPP PSI Dian Sandi Utama menolak jika aktivitas Sahat yang melaporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya itu berkaitan dengan afiliasinya dengan partai berlambang gajah tersebut.
“Dikit-dikit Solo. Tempe jatuh pun Solo! Hormati dong pandangan organisasi org lain,” tulis Dian Sandi merespons tweet Said Didu.
Ia membela bahwa aktivitas Sahat adalah sikap yang benar agar perkara Jusuf Kalla diuji di ranah hukum untuk menyikapi kegaduhan yang terjadi. “Melapor ke APH (Aparat Penegak Hukum -red) itu pilihan tepat daripada ribut-ribu di bawah,” tandasnya.

