Chapter Indonesia Summit: Mencetak Perumus Kebijakan Ekraf yang Tangkas di Kancah Global

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Suasana di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (9/4/2026) malam, terasa berbeda. Bukan pementasan drama atau konser musik yang mengisi ruang kedap suara itu, melainkan sebuah simpul kolaborasi global yang baru saja dipintal.

Puncak acara ASEAN-UK Advancing Creative Economy Policy Training Batch 3 yang bertajuk Chapter Indonesia Summit ini menjadi saksi lahirnya 98 “arsitek” kebijakan baru yang diharapkan mampu merombak wajah ekonomi kreatif Indonesia.

- Advertisement -

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang hadir di tengah para peserta, memberikan penekanan kuat bahwa ekonomi kreatif bukan lagi sekadar sektor pendamping. Ia menyebutnya sebagai the new engine of growth—mesin pertumbuhan baru yang bahan bakarnya bukan lagi sumber daya alam, melainkan kreativitas dan kolaborasi global.

“Kesempatan global tidak akan bisa kita ambil kalau kita tidak bergerak bersama. Ide tanpa aksi tidak akan menjadi kenyataan,” ujar Irene dengan nada optimis. Ia mengingatkan bahwa di era perubahan dunia yang serba cepat, kebijakan yang lahir dari balik meja harus bersifat adaptif dan solutif terhadap kebutuhan nyata di lapangan.

- Advertisement -

Uniknya, pelatihan ini tidak hanya diikuti oleh birokrat. Dari 300 pendaftar yang masuk, terpilih 98 peserta yang merepresentasikan unsur hexahelix—mulai dari akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, hingga lembaga keuangan. Tingkat kelulusannya mencapai 90 persen, sebuah angka yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam merumuskan masa depan ekonomi kreatif.

Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif, Dessy Ruhati, mengungkapkan bahwa perjalanan para peserta tidaklah singkat. Mereka telah menempuh “maraton” pembelajaran selama delapan minggu, sejak Januari hingga Maret 2026.

Terdapat enam modul pembelajaran yang dirancang untuk mengasah ketajaman analisis kebijakan sekaligus memperluas jejaring. “Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas dan mendorong kolaborasi lintas sektor, baik di tingkat nasional maupun global,” kata Dessy.

Senada dengan itu, Country Director British Council Indonesia, Summer Xia, melihat program ini sebagai jembatan penting dalam diplomasi kreatif antara ASEAN dan Inggris. Menurutnya, kemitraan lintas negara yang berkelanjutan adalah kunci untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang kian kompleks.

Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Deputi Bidang Kreativitas dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, serta perwakilan Sekretariat ASEAN Jonathan G.T. Tan, menegaskan bahwa acara ini merupakan agenda strategis tingkat kawasan.

Pertemuan di Teater Kecil ini bukan sekadar seremoni penutupan. Di tengah kepungan gedung-gedung pencakar langit Jakarta, malam itu menjadi momentum bagi Indonesia untuk menegaskan posisinya dalam jejaring ekonomi kreatif dunia. Bahwa ekonomi kreatif bukan hanya soal menjual produk, tapi tentang menciptakan ekosistem yang terintegrasi, berdaya saing, dan—yang terpenting—berkelanjutan.

Kini, bola panas ada di tangan para lulusan pelatihan ini: mampukah mereka mengubah teori delapan minggu menjadi kebijakan yang benar-benar “berdampak” bagi para pelaku kreatif di pelosok negeri? Waktu yang akan menjawab.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru