HOLOPIS.COM, JAKARTA – Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyepakati gencatan senjata sementara dengan Iran langsung mengguncang pasar global. Dalam hitungan jam, arah pergerakan ekonomi dunia berubah drastis—dari ketakutan krisis energi menjadi euforia pasar.
Mengutip dari laporan media internasional, harga minyak yang sebelumnya melonjak akibat konflik, kini anjlok tajam. Harga turun hingga lebih dari 15%, menandai salah satu koreksi tercepat dalam beberapa tahun terakhir.
Harga minyak jatuh bebas karena kembali di bawah $100.
Pasar energi bereaksi cepat terhadap meredanya ketegangan geopolitik.
Minyak Brent turun sekitar 13,6% ke $94,43 per barel. Minyak WTI merosot 14,3% ke $96,82 per barel. Bahkan sempat menyentuh level terendah sekitar $91,70 per barel di perdagangan awal Asia
Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya harga minyak sempat bertahan di atas $100 akibat konflik AS vs Iran yang memanas.
Dengan kesediaan Iran untuk membuka Selat Hormuz membuat ketakutan pasokan minyak banyak negara langsung mereda. Status Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi dunia.
Selat Hormuz jadi perhatian utama karena menyalurkan sebagian besar ekspor minyak global. Sempat terganggu akibat konflik AS–Iran
Dengan dibukanya jalur tersebut, pasar melihat risiko gangguan pasokan menurun distribusi energi kembali stabil
Efeknya, tekanan harga langsung mereda secara signifikan. Pun, investor saat ini berbalik optimistis sehingga mempengaruhi kenaikan saham dan dolar malah melemah.
Tak hanya minyak, pasar keuangan global juga ikut bereaksi.
Bursa saham global dilaporkan melonjak yang berbanding terbalik dengan dolar AS.
Penurunan yield obligasi mencerminkan ekspektasi bahwa tekanan inflasi akibat energi akan mereda. Kondisi itu mempengaruhi peluang kenaikan suku bunga ikut menurun.
Meski pasar merespons positif, para analis mengingatkan bahwa kondisi belum sepenuhnya aman.
Beberapa risiko yang masih membayangi karena
gencatan senjata hanya berlaku dua minggu. Lalu, negosiasi damai belum final. Kemudian, kondisi pasar minyak fisik masih ketat




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...