HOLOPIS.COM, JAKARTA – Amerika Serikat (AS) menggelar skala operasi besar-besaran untuk misi penyelamatan pilot jet tempur F-15E Strike Eagle yang ditembak jatuh Iran. Operasi penyelamatan AS itu berisiko tinggi di wilayah Iran.
Operasi ini menutup salah satu episode paling menegangkan sejak konflik memanas dalam beberapa pekan terakhir.
Presiden AS Donald Trump dengan bangga mengumumkan keberhasilan mengevakuasi awak jet tempur itu.
“KAMI MENEMUKANNYA!” tulis Trump dalam Truth Social dikutip dari laporan media internasional pada Minggu, (5/4/2026)
Pernyataan singkat itu menandai akhir dari evakuasi dramatis terhadap awak jet tempur yang sempat terjebak di wilayah musuh selama hampir dua hari.
Awak yang diselamatkan merupakan pilot sistem senjata dari jet tempur F-15E Strike Eagle yang ditembak jatuh.
Selama berada di darat, ia harus bertahan di medan berat sambil menghindari kejaran pasukan dan milisi Iran yang terus mendekat.
Operasi tersebut disebut sebagai salah satu misi pencarian dan penyelamatan paling “berani” dalam sejarah AS.
Meski mengalami luka, kondisi awak dilaporkan stabil dan diperkirakan akan pulih.
Misi Besar dengan Risiko Tinggi
Operasi penyelamatan dimulai sejak Jumat. Kondisi itu tak lama setelah pesawat jatuh dan kedua awak melontarkan diri.
Pilot utama berhasil ditemukan lebih cepat. Namun, penyelamatan kru kedua memicu pengerahan besar-besaran, melibatkan puluhan pesawat, pasukan operasi khusus, serta unit penyelamat elite.
Pesawat angkut Lockheed C-130 Hercules dan helikopter penyelamat terbang rendah di atas wilayah pegunungan Iran. Aksi itu sebagai manuver berbahaya yang membuat mereka rentan terhadap serangan darat.
Ancaman Nyata di Lapangan
Selama operasi berlangsung, ancaman datang dari berbagai arah. Media Iran bahkan menyiarkan seruan kepada warga untuk menemukan awak yang jatuh.
Siaran lain menyerukan kepada penduduk untuk “menargetkan” setiap warga Amerika yang mereka temukan.
Situasi ini memperbesar risiko bagi tim penyelamat yang harus bergerak cepat sebelum posisi korban diketahui pihak lawan.
Di saat yang sama, pesawat serang A-10 Thunderbolt II juga terkena tembakan dari Iran. Pilotnya berhasil menyelamatkan diri setelah membawa pesawat keluar ke wilayah udara Kuwait.
Tak hanya itu, dua helikopter penyelamat juga sempat ditembaki saat menjalankan misi. Beberapa personel terluka, namun seluruh tim akhirnya berhasil kembali dengan selamat.


