2 Jet Tempur AS Jatuh Pertama dalam 23 Tahun, Iran Tunjukkan Taringnya

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Operasi militer Amerika Serikat (AS) di wilayah Iran memasuki fase paling genting setelah jatuhnya jet tempur canggih F-15E Strike Eagle. Insiden ini bukan sekadar kehilangan alat tempur, tetapi membuka celah besar dalam dominasi udara AS yang selama ini nyaris tak tersentuh.

Mengutip dari laporan media internasional, pada Minggu, (5/4/2026), memasuki hari kedua, upaya pencarian dan penyelamatan terhadap satu awak yang masih hilang terus digencarkan. Satu pilot telah berhasil diselamatkan lebih dulu. Namun, rekannya hingga kini belum ditemukan di tengah situasi perang yang semakin brutal.

Tim penyelamat dari Angkatan Udara AS bergerak cepat dengan mengerahkan helikopter HH-60 Pave Hawk yang terbang rendah untuk menghindari radar. Selain itu, dikerahkan pesawat angkut C-130 Hercules sebagai pendukung operasi.

Namun, misi ini jauh dari kata aman. Salah satu helikopter penyelamat bahkan dilaporkan sempat terkena tembakan dari darat, meski berhasil keluar dari zona bahaya.

Di sisi lain, awak yang hilang diyakini tengah bersembunyi dari kejaran militer Iran. Awak pesawat militer itu coba bertahan hidup selama mungkin sambil mencoba mengirimkan sinyal lokasi secara rahasia. Awak itu menunggu momen tepat untuk dievakuasi pasukan khusus.

Iran Pamer Kekuatan

Belum ada penjelasan terkait jet tempur tersebut bisa jatuh. Iran mengklaim berhasil menembaknya, sementara pihak militer AS memilih tidak memberikan komentar terbuka.

- Advertisement -

Gambar puing-puing yang dirilis media Iran—termasuk bagian ekor khas F-15 dan kursi lontar—memperkuat klaim tersebut. Bahkan, laporan menyebut ada imbalan bagi siapa saja yang dapat menemukan atau menangkap awak yang hilang.

Menurut analis militer, ini menjadi momen langka. AS terakhir kali kehilangan jet tempur akibat tembakan musuh terjadi saat Invasi Irak 2003. Artinya, sudah lebih dari dua dekade lalu atau lebih 20 tahun.

Insiden ini terjadi di tengah gempuran besar-besaran yang dilakukan AS dan Israel ke berbagai titik strategis Iran. Fasilitas di Mahshahr dan kawasan industri di Provinsi Khuzestan menjadi target serangan terbaru.

Tak hanya itu, area di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr Nuclear Power Plant juga dilaporkan terdampak serangan. Seorang penjaga tewas dalam insiden tersebut.

Meski begitu, badan pengawas nuklir dunia International Atomic Energy Agency (IAEA) memastikan bahwa tidak ada peningkatan tingkat radiasi yang terdeteksi. Meskipun ini menjadi insiden keempat dalam beberapa pekan terakhir.

A-10 Ikut Jatuh

Tak hanya F-15, pesawat serang A-10 Thunderbolt II juga dilaporkan jatuh di dekat Selat Hormuz. Iran kembali mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut, meski pilotnya berhasil diselamatkan.

Rentetan kejadian ini menjadi sinyal kuat bahwa Iran masih memiliki kemampuan pertahanan udara yang efektif, meski terus dibombardir.

Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa insiden jatuhnya jet tempur tidak akan mengganggu upaya negosiasi damai dengan Iran. Namun di lapangan, eskalasi justru semakin tak terkendali.

Sementara itu, Israel memperluas operasi militernya hingga ke Lebanon, membuka potensi konflik regional yang lebih luas dan berbahaya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU