HOLOPIS.COM, JAKARTA – KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) membeberkan keuntungan yang diraih Fuad Hasan Masyhur dalam perkara korupsi kuota haji bernilai hingga puluhan miliar rupiah.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK bahkan menyebut, Fuad Hasan memanfaatkan biro penyelanggara haji Maktour untuk meraup keuntungan bersama dengan Yaqut Cholil Qoumas.
“PT Makassar Toraja atau Maktour memperoleh keuntungan tidak sah pada tahun 2024 mencapai sekitar Rp27,8 miliar,” kata Asep dalam pernyataannya pada Senin (30/3).
Asep mengklaim, angka itu didapakan berdasarkan penghitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan auditor.
Dari temuan sementara saat ini, duit puluhan miliar itu karena peran anak buah Fuad Hasan yakni Direktur Operasional PT Makassar Toraja atau Maktour Ismail Adham.
Asep menyebut bahwa Ismail telah memberikan uang sekitar 35.000 dolar Amerika Serikat dan 16.000 riyal Arab Saudi kepada sejumlah pejabat di Kementerian Agama.
Pejabat tersebut, seperti Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex saat menjabat Staf Khusus Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Hilman Latief saat menjabat Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama.
Dalam keterangan sebelumnya, Asep menjelaskan bahwa Maktour Travel sebenarnya tak banyak mendapat jatah kouta haji khusus. Namun, KPK curiga gigihnya Fuad sebagai mertua dari Dito Ariotedjo itu ‘bergerilya’ untuk mendapatkan kuota haji hanya menghasilkan sedikit jatah yang diterima.
Lalu, KPK mendalami lebih lanjut. Usut punya usut, ternyata jatah kouta khusus yang diterima lebih besar dibandingkan dengan travel haji dan umroh lainnya.
“Ternyata dia, travel-travel itu ada yang afiliasi ke travel-nya gitu. Jadi dibagilah ke travel-travel yang afiliasinya afiliasinya, sehingga kalau dijumlah sebetulnya dia lebih besar. Dibanding yang lain,” ungkap Asep Minggu (15/3).
“Jadi afiliasi kaya anak-anak perusahaannya gitu. Jadi dibagi,” kata Asep menambahkan.
Nah travel-travel yang terafiliasi itu ternyata bernaung dalam Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU). Di mana dalam Forum SATHU, Fuad Hasan sebagai dewan pembina. Sayangnya, Asep saat ini belum dapat merinci lebih detail jumlah kouta haji khusus yang didapat atau dikelola Fuad.
“Berapa sih jumlahnya? Kan gitu ya. Eh saya hanya ingatnya itu lebih kecil dibandingkan dengan yang lain ya, apa namanya itu travel ya. Travel kan ada di, ada travel ini… bergabung dalam forum SATHU. Gitu, forum SATHU. Nah di sana ada M (Maktour Travel) ini kan,” imbuh Asep.
Fuad diduga melalui Forum SATHU aktif bergerilya mendapatkan jatah kouta haji khusus. Salah satunya dengan menyurati Yaqut. Fuad menyurati Yaqut setelah pemerintah Arab Saudi memberikan kuota tambahan yang awalnya berjumlah 8.000 kepada pemerintah Indonesia pada 2023.
Dari jumlah itu ditetapkan komposisinya 7.360 kuota untuk reguler dan 640 kuota untuk haji khusus. 640 kuota untuk haji khusus itu belakangan bermasalah lantaran diduga penyerapannya tak sesuai aturan dan diperjualbelikan. Tak sesuai aturan yang dimaksud yakni tidak sesuai nomor urut atau percepatan.
“Ini ada beberapa forum, tetapi eh yang paling eh aktif yaitu forum SATHU, dapatlah yang lebih besar kan gitu. Jumlahnya,” ujar Asep.

