HOLOPIS.COM, JAKARTA – Langit dan laut di kawasan Karimunjawa menjadi saksi momen spektakuler ketika TNI menggelar latihan tempur gabungan berskala besar. Dalam simulasi nyata yang penuh dentuman, kekuatan laut dan udara Indonesia ditampilkan dalam satu operasi terpadu.
Jenderal TNI Agus Subiyanto selaku Panglima TNI hadir langsung mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin untuk meninjau jalannya Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) dan Penembakan Senjata Khusus TNI Tahun 2026 di perairan tersebut.
Turut hadir sejumlah petinggi militer dan sipil, mulai dari Wakil Panglima TNI hingga para kepala staf angkatan, menandakan pentingnya latihan ini dalam peta pertahanan nasional.
Puncak latihan ditandai dengan momen penghancuran eks KRI Teluk Hading yang dijadikan target. Kapal tersebut luluh lantak setelah dihantam serangan terintegrasi dari laut dan udara.
Sebanyak 20 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dikerahkan, didukung pesawat tempur F-16 Fighting Falcon milik TNI AU.
Serangan dibagi dalam dua tahap Utama. Tahap pertama dengan penembakan Rudal Exocet MM40 Block 3 dari unsur KRI. Lalu, tahap kedua: Operasi Udara Lawan Laut (OULL) oleh pesawat tempur.

Dalam fase udara, tiga unit F-16 menjatuhkan bom MK-12 secara presisi ke sasaran. Kondisi itu menciptakan ledakan besar yang menandai keberhasilan operasi.
Duel Artileri
Tak berhenti di situ, TNI AL juga menggelar Artillery Duel melalui unsur Striking Force. Dengan sistem penembakan modern berakurasi tinggi, sasaran darat di Pulau Gundul berhasil dihancurkan secara efektif.
Latihan ini menunjukkan kemampuan tempur TNI yang semakin terintegrasi, mulai dari rudal, bom udara, hingga artileri laut.
Latihan besar ini bukan sekadar demonstrasi kekuatan. Tapi, melainkan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, khususnya di wilayah laut Indonesia.
Komitmen menjaga kedaulatan negara ditegaskan melalui latihan yang melibatkan koordinasi lintas matra secara real time.
Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Agung Saptoadi menjelaskan dengan latihan ini, TNI akan terus mengasah kesiapsiagaan.
“Melalui kegiatan ini, TNI terus mengasah kesiapsiagaan dan kemampuan tempur prajurit, khususnya dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di wilayah maritim,” kata Kolonel Agung, dalam keterangan Puspen TNI dikutip pada Minggu, (26/4/2026).
Ia menambahkan bahwa latihan ini menjadi bukti nyata keseriusan TNI dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI.

