HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kabar duka datang dari misi perdamaian dunia., seorang prajurit Indonesia yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan gugur di Lebanon di tengah meningkatnya konflik bersenjata di kawasan tersebut.
Informasi ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui platform X pada Senin (30/3/2025).
“Saya mengecam keras insiden pada Minggu di mana seorang penjaga perdamaian asal Indonesia di UNIFIL terbunuh di tengah permusuhan antara Israel dan Hizbullah,” katanya.
Tak hanya itu, Guterres juga mengungkapkan bahwa satu personel Indonesia lainnya mengalami luka parah akibat insiden tersebut.
Ia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada bangsa Indonesia, khususnya keluarga korban, serta berharap korban luka dapat segera pulih.
Menurut Guterres, kejadian ini menjadi bagian dari rangkaian insiden berbahaya yang mengancam keselamatan pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik.
“Saya menyerukan semua pihak untuk memenuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional serta memastikan keselamatan personel dan properti PBB setiap saat,” katanya.
Situasi keamanan di Timur Tengah sendiri terus memburuk dalam beberapa waktu terakhir. Ketegangan meningkat setelah serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari 2026, yang kemudian dibalas oleh Iran.
Konflik semakin meluas hingga ke Lebanon setelah kelompok Hizbullah ikut melancarkan serangan terhadap target militer Israel.
Serangan balasan dari Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Lebanon dan melukai ribuan lainnya.
Di tengah situasi tersebut, pasukan UNIFIL dari berbagai negara, termasuk Indonesia, berada di garis depan untuk menjaga stabilitas kawasan.
Namun, kondisi yang semakin tidak menentu membuat risiko bagi para personel penjaga perdamaian semakin tinggi.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa keselamatan Kontingen Garuda menjadi prioritas utama pemerintah.
“Pemerintah Indonesia terus memantau secara dekat perkembangan situasi serta dampaknya terhadap Kontingen Garuda,” kata kementerian tersebut dalam keterangannya pada 14 Maret.
Peristiwa ini kembali mengingatkan dunia akan besarnya risiko yang dihadapi para pasukan perdamaian dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah konflik.
I strongly condemn Sunday’s incident during which an Indonesian peacekeeper of @UNIFIL_ was killed amidst hostilities between Israel & Hizbullah. Another Indonesian peacekeeper was seriously injured in the same incident.
My deepest condolences to the family, friends &…
— António Guterres (@antonioguterres) March 30, 2026


