HOLOPIS.COM, JAKARTA – Lonjakan arus balik Lebaran 2026 mencapai titik krusial di Ruas Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ). Volume kendaraan menuju Jakarta melonjak drastis hingga lebih dari dua kali lipat.
PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mencatat peningkatan signifikan ini terjadi pada H+3 Lebaran, Selasa (24/3/2026). Peningkatan itu dengan pergerakan kendaraan yang terus tinggi sepanjang hari.
Direktur Utama PT JJC, Hendri Taufik, menjelaskan lonjakan tajam kendaraan yang menuju ibu kota. “Terjadi peningkatan yang sangat signifikan pada volume lalu lintas kendaraan yang melintas di Ruas Jalan Layang MBZ, khususnya pada arus balik menuju Jakarta,” kata Hendri, dalam keterangannya dikutip pada Kamis, (26/3/2026)
Sebanyak 64.573 kendaraan tercatat melintas ke arah Jakarta. Angka itu melonjak hingga 202,53 persen dibandingkan kondisi normal yang hanya sekitar 21.344 kendaraan.
Lonjakan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat usai libur Idul Fitri. Namun, arus kendaraan tidak hanya mengarah ke Jakarta. Pergerakan keluar Jakarta juga masih cukup tinggi.
Tercatat 33.197 kendaraan meninggalkan Jakarta. Angka itu naik 57,68 persen dari kondisi normal. Meski demikian, arus balik ke Jakarta tetap menjadi dominan.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan lalu lintas masih terjadi di kedua arah, meskipun arus lalu lintas menuju Jakarta mendominasi,” jelas Hendri.
Lalu Lintas Padat Sepanjang Hari
Lonjakan kendaraan tidak hanya terjadi pada jam-jam tertentu, melainkan merata dari pagi hingga malam. Hal ini menandakan tidak adanya jeda signifikan dalam arus balik.
Situasi tersebut menjadi indikator bahwa kepadatan bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama jika volume kendaraan terus meningkat.
Untuk mengurai kepadatan, operator tol juga sudah memberikan insentif berupa potongan tarif tol sebesar 30 persen pada 26–27 Maret 2026.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong distribusi waktu perjalanan agar tidak menumpuk di satu periode tertentu.
“Pengguna jalan diharapkan menghindari waktu-waktu potensi kepadatan tinggi dan mempersiapkan perjalanan dengan baik,” tutur Hendri.
Pun, pihak JJC mengingatkan pengguna jalan untuk lebih cermat dalam merencanakan perjalanan, terutama di tengah lonjakan arus balik.
Beberapa imbauan yang ditekankan antara lain hindari jam puncak kepadatan; pastikan kondisi kendaraan prima; jaga stamina pengemudi; perhatikan kecukupan BBM atau daya listrik; dan waspadai perubahan cuaca seperti hujan.
Langkah itu penting untuk menjaga keselamatan di tengah tingginya volume kendaraan. Meski terjadi lonjakan signifikan, pihak pengelola memastikan kondisi lalu lintas di Tol MBZ masih dalam kategori lancar dan terkendali. Kondisi itu berkat pemantauan intensif dan kesiapan petugas di lapangan.



