HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, warga Muhammadiyah kini mendapatkan kemudahan baru dalam mengakses informasi lokasi Shalat Id.
Melalui layanan digital berbasis QR code hingga aplikasi, pencarian titik pelaksanaan shalat dapat dilakukan secara cepat dan praktis.
Langkah ini hadir seiring penetapan Lebaran oleh Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Masyarakat cukup memindai kode QR atau mengakses tautan yang telah disediakan untuk mengetahui lokasi shalat di berbagai daerah.
Selain itu, pencarian juga dapat dilakukan melalui aplikasi MASA yang dilengkapi fitur khusus penunjuk lokasi shalat terdekat.
Digitalisasi layanan ini dinilai menjadi solusi praktis, terutama di tengah mobilitas masyarakat yang tinggi menjelang Idul Fitri.
Dengan akses instan, jamaah tidak perlu lagi kebingungan mencari lokasi shalat, bahkan di wilayah yang belum familiar.
Sebagaimana diketahui, Muhammadiyah menetapkan awal Syawal menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.
Dengan metode ini, penentuan dilakukan berdasarkan perhitungan astronomi tanpa menunggu hasil rukyatul hilal.
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 berdasarkan sidang isbat.
Penetapan pemerintah mengacu pada kriteria MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat, yang kemudian dikonfirmasi melalui pemantauan langsung (rukyat).
Perbedaan metode ini membuat potensi perbedaan hari raya kembali terjadi. Namun, kehadiran layanan digital pencarian lokasi shalat dari Muhammadiyah justru menjadi langkah adaptif dalam memberikan kepastian dan kenyamanan bagi jamaah.


