HOLOPIS.COM, JAKARTA — Kebiasaan duduk terlalu lama menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern, terutama bagi pekerja kantor. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pola hidup sedentari ini dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan serius.
Menurut World Health Organization (WHO), kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko utama kematian dini di dunia. Aktivitas fisik yang minim, termasuk duduk terlalu lama, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, hingga obesitas.
Pakar kesehatan menyebutkan bahwa duduk lebih dari delapan jam sehari tanpa disertai aktivitas fisik yang cukup dapat memicu gangguan metabolisme tubuh. Kondisi ini membuat tubuh lebih sulit membakar kalori serta mengatur kadar gula dan lemak dalam darah.
Selain itu, duduk dalam waktu lama juga berpengaruh pada kesehatan otot dan tulang. Postur tubuh yang tidak ergonomis dapat menyebabkan nyeri punggung, ketegangan leher, hingga gangguan pada tulang belakang.
Risiko Penyakit Kronis
Sejumlah studi juga menunjukkan bahwa gaya hidup sedentari berkaitan erat dengan meningkatnya risiko Diabetes Melitus Tipe 2 dan Penyakit Jantung Koroner. Hal ini terjadi karena aktivitas fisik yang rendah membuat sistem metabolisme tubuh menjadi kurang optimal.
Penelitian yang dipublikasikan oleh Mayo Clinic bahkan menyebutkan bahwa duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Cara Mengurangi Risiko
Untuk mengurangi dampak buruk duduk terlalu lama, para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana:
- Berdiri atau berjalan ringan setiap 30–60 menit
- Menggunakan meja kerja yang memungkinkan posisi berdiri
- Melakukan peregangan ringan selama bekerja
- Berolahraga minimal 150 menit per minggu
Selain itu, aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, menggunakan tangga, atau melakukan peregangan dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.
WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 hingga 300 menit setiap minggu guna menjaga kebugaran dan mencegah penyakit kronis.
Dengan menerapkan pola hidup aktif, risiko berbagai penyakit akibat gaya hidup sedentari dapat ditekan secara signifikan.


