HOLOPIS.COM, JAKARTA – Hidangan Lebaran seperti opor ayam, rendang, ketupat, hingga aneka kue kering sering kali menggoda selera. Tidak sedikit orang yang akhirnya makan berlebihan saat momen silaturahmi Idul Fitri.
Padahal, para ahli kesehatan mengingatkan pentingnya menjaga porsi makan agar tubuh tetap sehat setelah menjalani puasa selama sebulan penuh. Salah satu panduan yang dapat digunakan adalah konsep Isi Piringku yang diperkenalkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Program ini merupakan pedoman gizi seimbang yang menggantikan konsep “4 Sehat 5 Sempurna” dan dirancang agar masyarakat lebih mudah memahami komposisi makanan yang ideal dalam satu piring.
Apa Itu Konsep “Isi Piringku”?
Menurut Kementerian Kesehatan, konsep Isi Piringku menjelaskan pembagian porsi makanan dalam satu piring yang terdiri dari karbohidrat, protein, sayur, dan buah dengan proporsi yang seimbang.
Dalam panduan resminya disebutkan, bahwa Isi Piringku menggambarkan porsi makan yang dianjurkan dalam satu kali makan yang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah.
Dengan mengikuti panduan ini, masyarakat diharapkan dapat menjaga keseimbangan gizi sekaligus mencegah konsumsi makanan berlebihan, terutama saat perayaan seperti Lebaran.
Setengah Piring untuk Sayur dan Buah
Dalam konsep Isi Piringku, setengah bagian piring dianjurkan diisi oleh sayur dan buah.
Sayuran berperan penting sebagai sumber serat yang membantu pencernaan, terutama setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak seperti opor atau rendang. Sementara buah membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.
Di meja Lebaran, pilihan sayur bisa berasal dari menu seperti sayur labu, sayur lodeh, atau lalapan segar yang dapat menyeimbangkan hidangan berlemak.
Seperempat Piring untuk Karbohidrat
Bagian seperempat piring berikutnya diisi oleh makanan pokok atau sumber karbohidrat.
Saat Lebaran, karbohidrat biasanya berasal dari ketupat atau lontong. Meski menjadi makanan khas hari raya, porsinya tetap perlu dikontrol agar tidak berlebihan.
Karbohidrat tetap penting karena menjadi sumber energi bagi tubuh setelah aktivitas silaturahmi yang padat sepanjang hari.
Seperempat Piring untuk Protein
Bagian terakhir adalah seperempat piring untuk lauk-pauk yang mengandung protein, baik protein hewani maupun nabati.
Di meja Lebaran, lauk seperti ayam opor, rendang, telur balado, atau sambal goreng ati bisa menjadi sumber protein. Namun karena sebagian menu tersebut mengandung lemak cukup tinggi, porsi yang dikonsumsi sebaiknya tidak berlebihan.
Mengombinasikan protein hewani dengan protein nabati seperti tahu atau tempe juga dapat membantu menyeimbangkan asupan gizi.
Batasi Gula, Garam, dan Lemak
Selain mengatur komposisi makanan, Kementerian Kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak.
Kue kering Lebaran seperti nastar, kastengel, dan putri salju umumnya mengandung gula serta lemak cukup tinggi. Karena itu, konsumsi sebaiknya tetap dikontrol agar tidak berdampak pada kesehatan.
Minuman manis juga sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga hidrasi tubuh.
Tetap Aktif Saat Lebaran
Selain menjaga porsi makan, aktivitas fisik juga penting untuk menjaga keseimbangan energi.
Berjalan kaki saat bersilaturahmi dari rumah ke rumah, membantu menyiapkan hidangan, atau sekadar bergerak aktif dapat membantu tubuh tetap bugar selama masa libur Lebaran.
Menikmati Lebaran Tanpa Berlebihan
Lebaran memang identik dengan berbagai hidangan lezat yang hanya hadir setahun sekali. Namun menikmati makanan tidak harus berarti makan secara berlebihan.
Dengan menerapkan konsep Isi Piringku, masyarakat tetap bisa menikmati sajian Lebaran sambil menjaga keseimbangan gizi.
Pada akhirnya, menjaga pola makan yang sehat juga menjadi bagian dari cara merawat tubuh setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh.

