HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa Amerika Serikat (AS) beberapa kali menghubungi pemerintah Ukraina untuk meminta bantuan terkait keahlian dalam menghadapi drone Shahed buatan Iran. Hal tersebut disampaikan Zelenskyy seperti dilaporkan kantor berita Ukrinform pada Minggu (15/3). Ia mengatakan permintaan tersebut datang dari berbagai institusi militer di Amerika Serikat.
“Kami menerima surat, telepon, dan permintaan di semua institusi militer,” kata Zelenskyy, dikutip Holopis.com, Senin (16/3).
Menurutnya, Ukraina telah menanggapi setiap permintaan yang datang dari pihak Amerika Serikat terkait pengalaman mereka dalam menghadapi serangan drone.
Zelenskyy juga menyampaikan bahwa pengalaman Ukraina dalam sistem pertahanan terhadap drone Shahed telah dibahas dengan sejumlah pemimpin negara Timur Tengah. Ia menyebut telah membicarakan hal tersebut dengan pemimpin Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, Yordania, serta Bahrain.
Trump Tolak Bantuan Ukraina?
Meski demikian, Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan berbeda mengenai tawaran bantuan dari Ukraina. Dalam wawancara melalui telepon dengan NBC News pada Sabtu (14/3), Trump menyatakan dirinya tidak membutuhkan bantuan dari Zelensky terkait teknologi penanganan drone. Ia juga mengatakan sikap pribadinya terhadap pemimpin Ukraina tersebut belum berubah.
“Orang terakhir yang kami butuhkan bantuannya adalah Zelensky,” kata Trump.
Pernyataan Trump tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama setelah konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu penggunaan drone dalam berbagai operasi militer.


