HOLOPIS.COM, SURABAYA – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa meninjau kesiapan sejumlah destinasi wisata dan fasilitas transportasi di Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (12/3/2026).
Kunjungan ini dilakukan guna memastikan kesiapan layanan dalam menghadapi potensi lonjakan wisatawan menjelang libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026. Peninjauan diawali di kawasan cagar budaya Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember.
Wamenpar menekankan pentingnya menjaga kesiapan destinasi sejarah sebagai bagian dari komitmen Kementerian Pariwisata dalam menyediakan pengalaman wisata yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Kementerian Pariwisata, sesuai arahan Ibu Menteri Widiyanti Putri Wardhana, melakukan visitasi lapangan untuk memastikan seluruh fasilitas siap menyambut wisatawan. Hari ini fokus kami adalah Tugu Pahlawan, Pantai Kenjeran, dan terakhir di Bandara Internasional Juanda,” ujar Ni Luh Puspa di Surabaya.
Di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Wamenpar memantau langsung ruang kendali CCTV, fasilitas kesehatan, serta ketersediaan unit ambulans. Berdasarkan prediksi, kawasan ini akan dikunjungi lebih dari 3.000 wisatawan selama periode libur Lebaran.
Dalam kesempatan tersebut, Ni Luh Puspa juga berkoordinasi dengan personel Kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya terkait skema pengamanan dan keselamatan pengunjung.
Agenda kunjungan dilanjutkan ke Bandara Internasional Juanda untuk mengecek kesiapan arus mudik. Wamenpar meninjau berbagai sarana publik, termasuk Posko Siaga Idul Fitri, fasilitas laktasi, hingga layanan Tab Capsule. Selain memantau fasilitas, ia juga menyempatkan diri berdialog dengan penumpang di ruang tunggu dan membagikan takjil.
Wamenpar menyampaikan bahwa kementeriannya telah menerbitkan surat edaran kepada pemerintah daerah dan pengelola wisata untuk menjamin standar pelayanan selama masa libur panjang. Ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini dengan berwisata di dalam negeri guna memberikan dampak ekonomi luas bagi masyarakat lokal.
Sebelum bertolak ke Surabaya, Wamenpar juga memberikan kuliah umum di Universitas Brawijaya, Malang. Ia menekankan bahwa meskipun teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) terus berkembang, aspek sumber daya manusia dan keramahtamahan (hospitality) tetap menjadi pilar utama daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.


