HOLOPIS.COM, JAKARTA – Di saat produsen lain sibuk beradu urat syaraf soal target ribuan unit, VinFast justru sedang asyik menyusun papan catur di Indonesia. Raksasa otomotif asal Vietnam ini baru saja mengumumkan langkah ekspansi besarnya ke segmen roda dua listrik yang diprediksi akan menjadi “gempa” bagi pemain lama pada Maret 2026.
Alih-alih langsung membombardir pasar dengan iklan, VinFast Indonesia di bawah komando Yordan Satriadi, Director e-Scooter Sales & Distribution, memilih untuk mengamankan wilayah distribusi. Enam grup dealer raksasa resmi dipinang untuk membangun 30 benteng pertahanan (toko) di tahap awal.
“Targetnya yang pertama itu kita tidak bicara tentang angka dulu. Kita akan ekspansi dulu, persiapkan infrastrukturnya,” ujar Yordan. Strategi ini menunjukkan bahwa VinFast ingin memastikan konsumen tidak hanya membeli motor, tapi juga membeli rasa aman lewat layanan purna jual dan jaringan yang luas.
Lini depan penyerangan VinFast akan diisi oleh empat model dengan nama yang provokatif, yakni Flash, Viper, Evo, dan Valis. Kehadiran Flash dan Viper tampaknya diproyeksikan untuk memberikan sinyal kecepatan serta ketajaman desain bagi para pecinta performa, sementara model Evo dan Valis dipersiapkan untuk menyasar sisi fungsionalitas harian serta gaya hidup modern masyarakat urban.
Keempatnya dijadwalkan mulai “menyerbu” jalanan Indonesia pada Kuartal II (Q2) 2026. Meski spesifikasi teknisnya masih menjadi rahasia dapur, kehadirannya di pasar global sudah cukup membuat kompetitor waspada.
Soal harga, VinFast nampaknya sangat menikmati permainan teka-teki ini. Mereka belum mau membuka kartu hingga hari peluncuran tiba. Yordan hanya memberi kisi-kisi bahwa harganya akan “pas” dan sangat kompetitif untuk pasar Indonesia.
Untuk babak pertama, unit akan didatangkan dalam status CBU (Completely Built Up) dari Vietnam. Namun, penggunaan istilah “First Period CBU” menyiratkan rencana jangka menengah yang lebih besar: produksi lokal di pabrik mereka di Subang yang saat ini masih fokus memproduksi mobil demi mengejar nilai TKDN.
Bukti keseriusan VinFast bukan hanya di atas kertas. Mesin swap baterai mereka sudah mulai terlihat menancap di kawasan Tambun, Bekasi. Ini adalah sinyal bahwa VinFast tidak ingin konsumennya “terjebak” mencari colokan, melainkan menawarkan kebebasan mobilitas lewat ekosistem baterai yang terintegrasi.
Dengan strategi “infrastruktur dulu” ini, VinFast tidak sedang berlomba lari cepat (sprint), melainkan sedang mempersiapkan lari jarak jauh (marathon) untuk menguasai takhta motor listrik di Nusantara.


