HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dinamika konflik global yang kian kompleks mendorong TNI memperbarui cara pandang terhadap strategi pertahanan. Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Udara (Sahli KSAU) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Trimatra Tahun Anggaran 2026 di Ruang Serbaguna IG. Dewanto Denmabesau.
Forum lintas matra ini dibuka Koordinator Staf Ahli Kasau, Marsda TNI Andi Wijaya, dengan tema ‘Reformasi Peperangan Gerilya dalam Menghadapi Perang Berlarut di Era Modern’. Tema itu mencerminkan kebutuhan mendesak untuk menyelaraskan strategi darat, laut, dan udara dalam menghadapi potensi konflik jangka panjang.
Dalam sambutannya, Marsda Andi menyampaikan pentingnya forum strategis yang mempertemukan berbagai perspektif di tubuh TNI dan Kementerian Pertahanan.
“Melalui FGD Trimatra ini, saya berharap terjadi satu kesepahaman dan persepsi dalam perumusan konsep perang gerilya udara menjadi satu kerangka komando terpadu bersama gerilya darat dan gerilya laut,” kata Marsda Andi, dalam keterangan Dispen TNI AU, dikutip pada Kamis, (5/3/2026).
FGD ini menghadirkan sejumlah narasumber dari jajaran TNI dan Kementerian Pertahanan yang membahas konsep peperangan gerilya dalam konteks perang berlarut di era modern.

Dari Kementerian Pertahanan, Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, memaparkan strategi pertahanan defensif aktif dan konsep gerilya trimatra. Paparan itu menekankan bahwa pertahanan modern tak lagi berdiri sendiri per matra. Tapi, melainkan harus terintegrasi dalam satu sistem respons terpadu.
Adapun, Asisten Strategis Panglima TNI Marsda TNI Budhi Achmad, mengulas perang berlarut, gerilya, serta strategi kontra-gerilya dalam perspektif TNI. Ia menyoroti perang modern sering kali berlangsung dalam spektrum yang luas, melibatkan dimensi militer konvensional maupun non-konvensional.
Dari matra darat, Dirlat Kodiklatad Brigjen TNI Elkines Villando Dewangga K memaparkan reformulasi perang gerilya, termasuk penyesuaian doktrin dan pelatihan menghadapi ancaman asimetris.
Kemudian, dari matra laut, Asops KSAL Laksda TNI Yayan Sofiyan, mempresentasikan konsep bertempur matra laut. Konsep tempur itu dengan pendekatan multi domain operations, yang mengintegrasikan kekuatan laut dengan dukungan udara, siber, dan informasi.
Adapun Kapoksahli Koopsau Marsma TNI Ridha Hermawan, menjelaskan perang gerilya udara dalam kerangka sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata). Konsep ini menempatkan kekuatan udara sebagai bagian dari pertahanan menyeluruh yang melibatkan seluruh komponen bangsa.
FGD Trimatra ini menjadi bagian dari upaya TNI untuk merumuskan kembali strategi menghadapi potensi perang berlarut yang tak lagi hanya mengandalkan kekuatan konvensional. Integrasi antar-matra dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi serta pola konflik global menjadi fokus utama pembahasan.
Melalui forum ini, TNI berharap mampu membangun kesamaan persepsi dan kerangka komando terpadu yang lebih solid. Hal itu untul memastikan kesiapan pertahanan negara menghadapi berbagai skenario ancaman di masa depan.


