HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau penyelenggaraan Workshop AI Ready ASEAN bertajuk “Empowering Students for the Future: AI Literacy for a Digital ASEAN” di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/3).
Kegiatan ini diikuti sekitar 500 siswa dan bertujuan memperluas literasi kecerdasan artifisial (AI) sekaligus membekali pelajar dengan pemahaman dasar pemanfaatan teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Kunjungan ini sejalan dengan pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia unggul, percepatan transformasi digital, serta peningkatan kualitas pendidikan berbasis teknologi guna mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global di era ekonomi digital.
Dalam sambutannya, Gibran menekankan pentingnya pengenalan teknologi sejak dini agar generasi muda Indonesia tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi global.
Ia menjelaskan bahwa kunjungan ke sejumlah sekolah di Jawa Barat bertujuan memperkenalkan literasi AI, robotik, serta pengembangan minat siswa pada bidang teknologi digital.
“Kita fokus mengunjungi sekolah-sekolah untuk mengenalkan AI, pelajaran robotik. Tadi di salah satu sekolah juga dikenalkan ekstrakurikuler yang fokus ke e-sport. Bahkan ada game yang bisa dipertandingkan di kompetisi tingkat internasional,” kata Gibran dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.
Ia menambahkan bahwa penggunaan AI saat ini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam proses belajar mengajar di sekolah.
“Intinya penggunaan AI ini penting sekali untuk kehidupan sehari-hari, terutama untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar. Tapi di satu sisi kita juga harus tahu bahwa AI ini ada aturan main dan etikanya, jadi itu yang perlu diperhatikan,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Wapres Gibran juga berdialog dengan para siswa. Salah satu siswa, Mirza Ali Musyafa, menanyakan pandangan Wapres terkait dampak lingkungan dari perkembangan teknologi AI, khususnya terkait penggunaan sumber daya air dalam operasional pusat data.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Wapres menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kelestarian lingkungan.
“Yang namanya kemajuan zaman pasti ada plus minusnya terhadap lingkungan. Tantangannya adalah mencari titik tengah. Kita ingin teknologi berkembang, kita ingin AI digunakan secara luas, tetapi keberlanjutan lingkungan juga harus tetap diperhatikan,” terangnya.


