HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) memastikan perayaan Hari Suci Nyepi dan malam takbiran Idulfitri yang pada tahun ini waktunya berbarengan, tetap berlangsung dalam suasana toleransi dan saling menghormati.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan, koordinasi lintas agama dan pemerintah daerah menjadi kunci agar dua momentum keagamaan besar tersebut berjalan selaras, aman, dan khidmat.
Sebagaimana diketahui, umat Hindu saat Hari Raya Nyepi menjalankan Catur Brata Penyepian, yakni tidak menyalakan api, tidak bepergian, tidak bekerja, serta tidak menimbulkan kebisingan. Di sisi lain, umat Muslim juga menggelar takbiran pada malam menjelang Idulfitri.
“Saya juga melaporkan persiapan lebaran yang akan datang, karena beberapa tempat ya tanggal 19 itu kan Hari Nyepi. Hari Nyepi kita tahu tidak boleh ada suara berisik, tidak boleh ada kendaraan. Padahal malam nya ada teman-teman kita takbir,” ujar Nasaruddin Umar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3).
Menurut Menag, komunikasi intensif telah dilakukan, khususnya di Bali, guna memastikan tradisi takbiran tetap dapat dilaksanakan tanpa mengganggu kekhidmatan umat Hindu yang tengah menjalani Catur Brata Penyepian.
“Alhamdulillah kami melapor kepada Bapak Presiden sudah ada kesepakatan dengan pemerintah setempat dan tokoh-tokoh di Bali, bahwa takbir itu tidak bertentangan dengan Nyepi. Cuma syaratnya ya nyepinya berjalan, tapi takbir berjalan, cuma tidak pakai sound system daripada waktu jam 06:00 sampai jam 09:00,” jelas Menag.
Pengaturan teknis tersebut menjadi bentuk kompromi konkret dalam menjaga harmoni keberagaman di Indonesia. Pemerintah menilai, semangat toleransi harus terus diperkuat, terutama ketika dua perayaan keagamaan besar berlangsung dalam waktu yang berdekatan.
Selain isu harmonisasi Nyepi dan takbiran, Menag juga menyinggung potensi perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah. Ia menyebut, perbedaan tersebut merupakan dinamika yang lazim terjadi di Indonesia dan akan ditentukan melalui mekanisme resmi negara.
“Lebarannya juga ya perbedaan menjadi suatu hal biasa di Indonesia nanti kita akan lihat Sidang Isbat penentuannya kapan idul fitri akan datang,” pungkasnya.


