Gawat! Jalur Energi Dunia Terancam, Trump Perintahkan Militer AS Kawal Kapal Tanker

2 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Eskalasi perang antara Amerika SerikatIsrael vs Iran kini bergeser ke jantung urat nadi energi global. Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS bakal segera mulai mengawal kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz.

Langkah ini diumumkan melalui unggahan di Truth Social saat melonjaknya harga minyak dunia. Ancaman terhadap Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran energi paling strategis di planet ini juga meningkat.

Apa pun yang terjadi, Amerika Serikat akan memastikan arus energi bebas ke dunia,” tulis Trump dikutip dari Aljazeera, pada Rabu, (4/3/2026).

Trump dengan pede bahwa kekuatan ekonomi dan militer AS adalah yang terkuat di dunia. “Kekuatan ekonomi dan militer Amerika Serikat adalah yang terbesar di Bumi, akan ada tindakan lebih lanjut,” sebut Trump.

Selain itu, dalam pernyataannya, tokoh kontroversial itu menegaskan AS ingin aliran energi yang bebas ke dunia.

Berlaku SEGERA, saya telah memerintahkan United States Development Finance Corporation. Jika perlu, Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz sesegera mungkin,” kata Trump.

Dari laporan Business Insider, Trump juga memerintahkan U.S. Development Finance Corporation (DFC) untuk menyediakan asuransi risiko dan jaminan finansial bagi perdagangan laut terutama pengiriman pasokan energi yang melintasi Selat Hormuz.

Langkah ini bertujuan menstabilkan sektor pelayaran yang terguncang akibat meningkatnya risiko militer. Apalagi, sejumlah perusahaan asuransi komersial juga mundur dari kawasan tersebut.

Titik Panas Energi Dunia

Selat Hormuz bukan sekadar jalur laut biasa. Pasalnya, sekitar seperlima pasokan minyak global melewati perairan ini setiap hari. Gangguan sekecil apa pun langsung berdampak pada harga energi internasional.

Ketegangan meningkat setelah Iran menutup akses di kawasan tersebut dan terjadi serangan terhadap instalasi energi di wilayah Teluk. Situasi itu memicu lonjakan harga minyak mentah global lebih dari 15 persen hanya dalam tiga hari sejak konflik terbuka dimulai.

Langkah Iran itu dilakukan karena serangan brutal yang dilakukan AS-Israel. Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamanei dan sejumlah pejabat pemerintahan.

Iran tak tinggal diam dengan melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di sejumlah negara Teluk. Iran juga menutup Selat Hormuz.

Jika Selat Hormuz tetap terganggu, efek domino bisa terasa di seluruh dunia mulai dari kenaikan harga BBM, lonjakan inflasi, hingga tekanan pada pasar keuangan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

BACA LAINNYA