BMKG : Gerhana Bulan Total Bisa Diamati dari Aceh, Ini Fase yang Terlihat

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Aceh Besar memastikan fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) pada Selasa (3/3) dapat diamati dari wilayah Aceh, meski tidak seluruh fase bisa disaksikan. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, menyampaikan bahwa masyarakat di Aceh tetap berkesempatan melihat tiga fase gerhana saat Bulan terbit.

Gerhana bulan total juga dapat diamati pada tiga fase dari wilayah Aceh,” kata Andi, dikutip Holopis.com, Selasa (3/3).

Ia menjelaskan, gerhana bulan terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus pada fase purnama. Dalam kondisi tersebut, Bulan masuk ke bayangan inti atau umbra Bumi sehingga tampak berwarna kemerahan.

Fenomena warna merah pada Bulan terjadi akibat hamburan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi. Cahaya biru tersebar, sementara cahaya merah tetap mencapai permukaan Bulan, sehingga menimbulkan efek yang kerap disebut sebagai “Bulan Merah”.

Di Aceh, Bulan baru terbit ketika fase totalitas hampir berakhir. Dengan demikian, fase awal hingga puncak gerhana tidak dapat disaksikan dari wilayah tersebut.

Saat Bulan muncul di ufuk timur, gerhana sudah berada di penghujung fase total, lalu berlanjut ke fase sebagian sebelum akhirnya berakhir sepenuhnya.

- Advertisement -

Tiga fase yang dapat diamati dari Aceh yakni berakhirnya fase total (U3) pada pukul 19.03 WIB, berakhirnya fase sebagian (U4) pada pukul 20.17 WIB, serta berakhirnya fase penumbra (P4) pada pukul 21.24 WIB.

Andi menegaskan bahwa pengamatan dapat dilakukan dengan mata telanjang tanpa alat bantu khusus, berbeda dengan gerhana Matahari yang memerlukan perlindungan mata. Namun, masyarakat disarankan memilih lokasi dengan minim polusi cahaya dan pandangan terbuka ke arah timur agar pengamatan lebih optimal.

“Seluruh Aceh dapat menyaksikan gerhana total ini, tetapi dengan kondisi cuaca cerah dan ufuk timur tidak terhalang,” demikian Andi Azhar Rusdin.

Sebagai informasi, BMKG juga mengingatkan bahwa fenomena ini merupakan salah satu peristiwa astronomi penting di tahun 2026 yang dapat dinikmati masyarakat luas, selama kondisi cuaca mendukung di masing-masing daerah.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU