HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gelombang serangan militer di Iran memasuki babak paling memilukan karena sebuah sekolah dasar dilaporkan menjadi sasaran serangan udara Israel di kota Minab, Hormozgan, Iran selatan. Otoritas Iran menyebut sedikitnya 108 orang tewas dalam insiden tersebut yang sebagian besar merupakan pelajar.
Sekolah yang menjadi lokasi serangan adalah Sekolah Dasar Putri Shajareh Tayyebeh. Serangan terjadi di tengah operasi militer besar-besaran yang dikaitkan dengan zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) sejak Sabtu pagi.
Kantor berita Mizan News Agency, yang berafiliasi dengan lembaga peradilan Iran, melaporkan jumlah korban tewas terus bertambah seiring proses evakuasi berlangsung. Sementara itu, kantor berita pemerintah Islamic Republic News Agency (IRNA) menyebut sedikitnya 63 orang lainnya mengalami luka-luka.
Tim penyelamat masih melakukan pencarian dan pembersihan puing bangunan sekolah yang hancur akibat ledakan. Sejumlah rekaman dan foto yang beredar menunjukkan bangunan sekolah porak-poranda, dengan serpihan beton dan buku pelajaran berserakan di antara reruntuhan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam keras serangan tersebut. Dalam unggahan di media sosial X, Araghchi menyebut serangan itu sebagai kejahatan terhadap warga sipil, khususnya anak-anak.
“Sekolah putri dihancurkan dan anak-anak yang tidak bersalah tewas. Kejahatan terhadap rakyat Iran ini tidak akan dibiarkan begitu saja,” tulis Araghchi dikutip dari Aljazeera, Minggu (1/3/2026).
Adapun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyebut serangan Israel-AS sebagai kejahatan terang-terangan. Selain itu, mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) segera mengambil tindakan.
“Menargetkan fasilitas pendidikan dan warga sipil merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional,” kata Baghaei.
Laporan Tambahan dari Teheran
Secara terpisah, kantor berita Mehr News Agency melaporkan bahwa dua siswa juga tewas dalam serangan lain yang menghantam sebuah sekolah di wilayah timur ibu kota Teheran.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel terkait tuduhan penargetan sekolah. Namun, insiden tersebut memperdalam kekhawatiran akan meningkatnya korban sipil dalam konflik yang kian meluas.
Serangan terhadap fasilitas pendidikan dan warga sipil menjadi sorotan serius dalam hukum humaniter internasional. Konvensi Jenewa dan protokol tambahannya secara tegas melarang dalam perang menargetkan objek sipil, termasuk sekolah.
Pengamat hubungan internasional menilai bahwa jika laporan tersebut terkonfirmasi, maka peristiwa ini dapat memicu tekanan diplomatik besar terhadap pihak yang bertanggung jawab serta memperluas eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Iran tak tinggal diam dengan melakukan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer AS di sejumlah negara Teluk. Selain itu, Iran juga menghujani Ibu Kota Israel, Tel Aviv dengan rudal balistik.


