HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah mempercepat perbaikan infrastruktur menjelang arus mudik Lebaran 2026. Jalur strategis seperti Pantai Utara (Pantura) hingga Tol Trans Jawa menjadi fokus utama agar perjalanan jutaan pemudik berlangsung aman dan nyaman.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan penanganan lubang di jalur Pantura menjadi prioritas. Melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI–Jawa Barat, perbaikan terus dipercepat.
“Dilaporkan ada sekitar 7.000 lubang, sekarang sudah turun drastis ke angka 2.500. Kami pastikan sebelum arus mudik, hampir seluruhnya sudah pothole-free (bebas lubang),” ujar Dody dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).
Perbaikan jangka pendek dilakukan dengan metode patching atau tambal cepat untuk menjaga kelancaran lalu lintas. Sementara itu, untuk jangka menengah disiapkan pelapisan ulang (overlay) hingga peningkatan konstruksi menjadi rigid pavement (beton) di sejumlah titik rawan.
Salah satu ruas yang menjadi perhatian khusus adalah Pemalang–Pekalongan. Jalur ini dikenal padat karena dilalui kendaraan logistik dan angkutan umum.
“Ruas Pemalang–Pekalongan ini harus dipastikan dalam kondisi mantap dan aman dilalui masyarakat sebelum Lebaran. Percepatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan infrastruktur yang andal, khususnya pada jalur dengan mobilitas tinggi seperti Pantura,” kata Dody.
Hingga akhir Februari 2026, progres fisik perbaikan di ruas tersebut telah mencapai 78,89 persen, jauh melampaui target rencana 37,66 persen.
Tol Trans Jawa Juga Dipoles
Selain jalur nasional, pemeliharaan intensif dilakukan di ruas tol utama Trans Jawa. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan patching di 172 titik Jalur A arah Cikampek pada ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek, dari KM 07+500 hingga KM 71+850.
Pemeliharaan juga dilakukan di Jalur B arah Jakarta di 82 titik, termasuk perbaikan Off Ramp Cikarang Timur dan rekonstruksi di Off Ramp Dry Port.
Dengan percepatan perbaikan ini, pemerintah berharap jalur Pantura dan Tol Trans Jawa siap menghadapi lonjakan kendaraan saat puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026, sehingga masyarakat bisa pulang kampung dengan lebih tenang dan selamat.

