5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Selama Puasa agar Tubuh Tetap Bugar

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pola minum saat Ramadan sering kali berubah drastis karena waktu makan yang terbatas. Banyak orang memilih minuman tertentu untuk menyegarkan tubuh saat berbuka, padahal tidak semuanya baik dikonsumsi ketika sedang berpuasa.

Jika salah memilih minuman, tubuh justru bisa lebih cepat haus, lemas, bahkan mengalami gangguan pencernaan. Oleh karena itu, penting memahami jenis minuman yang sebaiknya dibatasi agar puasa tetap nyaman dan kesehatan terjaga.

1. Minuman Berkafein

Minuman seperti kopi, teh pekat, atau minuman energi mengandung kafein yang bersifat diuretik, yaitu dapat meningkatkan produksi urine. Kondisi ini membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat, sehingga risiko dehidrasi saat siang hari menjadi lebih tinggi.

Selain itu, kafein dapat memicu gangguan lambung pada sebagian orang, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong ketika sahur. Efeknya bisa berupa rasa tidak nyaman di perut, jantung berdebar, hingga sulit tidur yang akhirnya membuat tubuh kurang bugar keesokan harinya.

2. Minuman Bersoda

Minuman bersoda mengandung karbonasi yang dapat menyebabkan perut terasa penuh dan kembung setelah berbuka. Rasa tidak nyaman ini bisa mengganggu proses pencernaan, terutama ketika tubuh baru saja beradaptasi setelah seharian tidak makan dan minum.

Kandungan gula yang tinggi dalam soda juga dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Setelah itu, energi akan turun drastis sehingga tubuh terasa lelah dan mudah lapar kembali.

3. Minuman Terlalu Manis

Minuman manis seperti sirup, minuman kemasan, atau teh dengan banyak gula sering menjadi pilihan saat berbuka. Padahal, konsumsi gula berlebihan dapat membuat tubuh cepat merasa haus karena meningkatkan kebutuhan cairan.

Selain itu, lonjakan gula darah yang terlalu tinggi dapat membuat metabolisme tidak stabil. Akibatnya, rasa kenyang tidak bertahan lama dan nafsu makan justru meningkat.

4. Minuman Terlalu Dingin

Minuman yang sangat dingin memang terasa menyegarkan, tetapi dapat membuat lambung “kaget” setelah seharian kosong. Hal ini dapat memperlambat kerja pencernaan dan menimbulkan kram atau rasa begah.

Mengonsumsi minuman bersuhu normal atau hangat lebih membantu tubuh beradaptasi secara bertahap. Cara ini juga mendukung proses penyerapan cairan agar lebih optimal.

5. Minuman dengan Pewarna dan Perisa Buatan

Minuman berperisa buatan umumnya mengandung tambahan zat aditif yang tidak memberikan manfaat gizi bagi tubuh. Jika dikonsumsi terlalu sering, minuman ini justru dapat memicu rasa haus lebih cepat dan tidak membantu menjaga hidrasi.

Selain itu, kandungan gulanya cenderung tinggi tanpa disertai nutrisi penting. Menggantinya dengan air putih, jus buah alami, atau infused water menjadi pilihan yang lebih sehat selama Ramadan.

Karena waktu makan dan minum selama Ramadan terbatas, apa yang dikonsumsi menjadi jauh lebih berpengaruh pada kondisi tubuh. Minuman yang terlihat sepele bisa menentukan apakah seseorang tetap segar menjalani puasa atau justru mudah haus dan lemas.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

BACA LAINNYA