Kedubes Iran di Jakarta Kecam Serangan Amerika Serikat – Israel

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Pernyataan tersebut disampaikan dalam siaran pers bernomor 2 yang dirilis kepada publik. Dalam keterangan itu, Kedubes Iran menilai serangan tersebut sebagai tindakan agresi yang menyasar wilayah sipil dan melanggar kedaulatan negara.

“Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, dalam satu lagi tindakan agresi, melancarkan serangan terhadap lokasi-lokasi sipil termasuk sekolah-sekolah serta menargetkan warga Iran yang sedang berpuasa di bulan suci Ramadan, sekaligus melanggar integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran,” demikian pernyataan resmi dari Kedubes Iran di Jakarta, dikutip Holopis.com, Minggu (1/3).

- Advertisement -

Kedubes Iran juga menyampaikan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Sayyid Ali Khamenei meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

“Dengan sangat disesalkan, dalam serangan biadab tersebut, Yang Mulia Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, mencapai kesyahidan di kantor beliau.”

- Advertisement -

Pernyataan itu turut menggambarkan situasi pada jam-jam awal serangan, yang disebut menyasar sejumlah fasilitas pendidikan.

“Pada jam-jam pertama, beberapa sekolah menjadi sasaran rudal Amerika Serikat dan rezim Zionis. Dalam serangan brutal tersebut, sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur total dan hampir 200 anak perempuan tak berdosa mencapai kesyahidan.”

Kedubes Iran juga menanggapi klaim Amerika Serikat dan Israel yang disebut melakukan tindakan tersebut untuk membantu rakyat Iran.

“Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel mengklaim bahwa mereka akan membantu rakyat Iran. Dengan dalih yang sama pula, mereka membajak protes damai rakyat Iran pada Januari 2026 menjadi kerusuhan yang penuh kekerasan.”

Pernyataan itu menyebut dampak serangan justru dirasakan oleh warga sipil dan fasilitas umum.

“Kini terlihat bagaimana mereka ‘membantu’ rakyat Iran: dengan serangan rudal terhadap perempuan dan anak-anak tak berdosa di sekolah dasar, klub olahraga, rumah-rumah penduduk, dan lainnya, terlebih lagi di bulan suci Ramadan.”

Kedubes Iran juga menyinggung sejarah intervensi Amerika Serikat di kawasan lain sebagai perbandingan.

“Amerika Serikat pada bulan Ramadan tahun 2003 juga mengklaim membantu rakyat Irak. Sejak saat itu, yang diperoleh rakyat Irak tidak lain hanyalah kematian, kehancuran, dan penderitaan. Rakyat Libya dan Afghanistan pun telah merasakan ‘bantuan’ Amerika.”

Selain itu, pernyataan tersebut menyoroti latar belakang panjang hubungan Iran dan Amerika Serikat yang disebut telah berlangsung selama beberapa dekade.

“Permusuhan Amerika terhadap Iran bukanlah hal baru dan berakar dalam tujuh dekade sejarah Iran. Intervensi, agresi, dan permusuhan Amerika terhadap Iran dimulai dari kudeta 19 Agustus 1953 (28 Mordad 1332) yang menggulingkan pemerintahan Dr. Mohammad Mossadegh, Perdana Menteri Iran saat itu.”

Kedubes Iran menegaskan bahwa rangkaian peristiwa tersebut menjadi bagian dari sejarah panjang ketegangan antara kedua negara yang masih berlanjut hingga kini.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru