HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menjelang Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 17 Januari 2026 mendatang, segala bentuk persiapan mulai terlihat, termasuk tradisi bersih-bersih di Vihara Dharma Sakti yang terletak di kawasan Pantjoran, Glodok, Jakarta Barat.
Tradisi bersih-bersih sendiri merupakan rutinitas tahunan yang wajib dilakukan untuk menyambut pergantian tahun dengan suasana yang nyaman bagi setiap umat yang akan bersembahyang.
Pantauan Holopis.com di lokasi, Sabtu (14/2/2026), para pengurus vihara terlihat membersihkan ruangan sekitar altar, ruang ibadah, hingga rupang dewa dan dewi dari debu dan kotoran sehingga terlihat lebih indah dan layak digunakan ketika perayaan berlangsung.
Mantan pengurus Vihara Dharma Sakti sekaligus simpatisan, A’away (74) yang sudah mengabdi selama hampir 10 tahun mengatakan bahwa kegiatan bersih-bersih merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Tionghoa dan diwariskan secara turun-temurun.
“Persiapannya sih seperti biasa ya kayak dulu-dulu, gak ada persiapan yang khusus gitu. Pada saat menjelang imlek, lima hari sebelumnya kita bersih-bersihan semua, dupa-dupanya, patung-patungnya kita bersihin kalau perlu dimandikan,” kata A’away saat ditemui di Vihara Dharma Sakti, Sabtu (14/2/2026).
A’way menjelaskan, kegiatan ini dilakukan sebagai persiapan sebelum sang dewa kembali ke kahyangan atau yang disebut dengan istilah Pek Kong.
“Istilahnya sebelum Pek Kong naik, jadi ada orang kan seminggu sebelumnya pada bebersihan, Dupa-dupanya, patung-patung ganti baju semuanya. ” ujarnya.
Adapun tradisi bersih-bersih dilakukan mulai dari membersihkan lingkungan sekitar vihara, ruang sembahyang, membersihkan sekitar altar, membersihkan dupa-dupa, hingga membersihkan dan mengganti baju patung dewa dan dewi.
Tak hanya bersih-bersih, A’away mengatakan bahwa menjelang Tahun Baru Imlek, masyarakat Tionghoa juga mempersiapkan diri dengan berdoa kepada dewa dan dewi. Ia mengungkapkan, biasanya masyarakat mulai berdatangan ke vihara untuk sembahyang.
“Kalau menjelang Imlek ya itu biasa ramai, yang pada sembahyang untuk sembahyang keluarga, sembahyang leluhur menjelang Sincia (Tahun Baru),” tutur A’way.

