HOLOPIS.COM, PALEMBANG – Aksi kemanusiaan yang seharusnya mendapat jalan mulus justru berubah menjadi pengalaman pahit. Rombongan relawan asal Banten yang membawa bantuan untuk korban bencana Aceh diduga menjadi korban pungutan liar (pungli) saat melintas di depan Terminal Karya Jaya, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (7/1/2026).
Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah terekam dalam sebuah video. Dalam rekaman itu, terlihat kendaraan relawan dihentikan oleh petugas dan diarahkan ke sebuah warung di pinggir jalan. Situasi itu langsung memicu tanda tanya warganet.
Relawan menyebut, petugas meminta uang sebesar Rp150 ribu dengan dalih pemeriksaan kelengkapan kendaraan. Padahal, rombongan telah menjelaskan bahwa mobil yang mereka gunakan tengah mengangkut bantuan kemanusiaan untuk penyintas bencana di Aceh.
Setelah terjadi negosiasi di lokasi, relawan akhirnya menyerahkan uang Rp100 ribu agar perjalanan mereka bisa dilanjutkan. Bantuan yang dibawa bukan barang biasa. Isinya mencakup ribuan Al-Qur’an, perlengkapan ibadah, karpet masjid, hingga agenda sosial berupa bersih-bersih masjid dan trauma healing bagi para korban bencana.
Kasus ini menuai kecaman luas dari publik. Banyak warganet menilai tindakan tersebut tidak hanya mencederai hukum, tetapi juga melukai nurani kemanusiaan. Nada kecaman pun mendominasi kolom komentar unggahan aksi pungli tersebut, menunjukkan betapa sensitifnya publik terhadap isu penyelewengan di tengah musibah.
“Semoga Alloh melaknat engkau oknum petugas dishub yg pungli! sungguh biadab kalian, ini bantuan kemanusiaan, kalian malah memalak barang bantuian ini!,” tulis akun @khairudin5449.
“Gimana gak dikasih bencana sama Allah. Penduduk bumi masih kekgini kelakuannya,” tulis @nandnurg89.
“Sedangkan bantuan dipalak, apalagi yg bukan bantuan dan resmi,” @bu1784.
Kepala Seksi Lalu Lintas dan Pengawasan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumatera Selatan, Milfer Jonely mengakui adanya insiden tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan memastikan akan ada tindak lanjut.
“Pertama-tama saya mengucapkan permohonan maaf. Memang benar, petugas itu berasal dari BPTD Sumatera Selatan. Kami akan dalami keterkaitan keterlibatan mereka, dan akan melakukan penindakan tegas terhadap petugas yang melakukan pungli ini,” ujarnya.



