HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sebuah pesawat yang membawa Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, dilaporkan telah mendarat di sebuah pangkalan militer Amerika Serikat di New York.
Informasi ini muncul setelah operasi militer besar-besaran AS terhadap Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat, yang disebut-sebut berujung pada penangkapan kepala negara tersebut.
“Presiden Maduro adalah satu-satunya presiden sah Venezuela, dan kami menuntut pembebasan segera,” ujar Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez dalam sidang Dewan Pertahanan NasionaL, dikutip Holopis.com, Minggu (4/1).
Rodriguez menegaskan bahwa penahanan Maduro dan Cilia Flores tidak dapat dibenarkan dan dinilai sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara. Pemerintah Venezuela juga menyatakan tidak mengakui legitimasi tindakan militer yang dilakukan Amerika Serikat.
Operasi militer AS terhadap Venezuela serta laporan penangkapan Presiden Maduro memicu kecaman dan kekhawatiran luas dari berbagai negara. Sejumlah pihak internasional menyerukan penahanan diri dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Menanggapi situasi tersebut, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan akan menggelar rapat darurat pada Senin (5/1). Pertemuan tersebut dijadwalkan membahas dampak dan implikasi dari operasi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela.
Perkembangan ini menambah ketegangan geopolitik di kawasan Amerika Latin, sekaligus menempatkan Venezuela kembali dalam sorotan komunitas internasional.


