Meski hidup di era pra-internet, Soeharto dinilai telah meletakkan dasar bagi transformasi digital Indonesia. Ia mendirikan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada tahun 1978 serta meluncurkan Satelit Palapa pada 1976, menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki satelit komunikasi sendiri.
“Palapa adalah simbol konektivitas desa dan kota, cikal bakal digitalisasi Indonesia. Soeharto membangun akses komunikasi dari Sabang sampai Merauke, jauh sebelum era internet,” ujar Luis.
Selain itu, pada akhir 1980-an Soeharto juga mendorong komputerisasi lembaga pendidikan dan pemerintahan, serta memperkuat TVRI sebagai media edukasi nasional yang menjadi cikal bakal model pendidikan jarak jauh saat ini.
Pengakuan Moral dan Sejarah
SPEDA menilai sudah selayaknya negara memberikan pengakuan moral dan historis atas jasa besar Soeharto dalam membangun fondasi kemajuan bangsa.
“Soeharto bukan hanya Bapak Pembangunan Nasional, tapi juga Bapak Pembangunan Desa Indonesia yang membuka jalan bagi kemajuan pendidikan dan teknologi di pedesaan,” tegas Luis.
Sebagai bentuk penghargaan, SPEDA akan meluncurkan gerakan nasional bertajuk “Dari Desa untuk Bangsa: Meneladani Soeharto, Membangun Indonesia”. Gerakan ini diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat membangun desa secara berkelanjutan, cerdas, dan digital.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasanya. Kami, generasi muda desa, menilai Soeharto layak dianugerahi gelar Pahlawan Nasional sebagai Bapak Pembangunan Desa Indonesia,” tutup Luis.

