HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono minta agar Mission Oriented Training (MOT) harus jadi latihan yang realistis dalam melatih ketepatan, kecepatan, serta koordinasi antar satuan prajurit TNI AU. MOT dinilai penting untuk menghadapi situasi pertempuran sesungguhnya.
Hal itu disampaikan Marsekal Tonny saat memberikan pengarahan kepada Pelaku dan Komando Latihan (Kolat) MOT 2025 di Gedung ACMI, Lanud Iswahjudi, Magetan, Selasa, (4/11). Menurut dia, MOT bisa dijadikan sebagai simulasi perang yang sesungguhnya.
Marsekal Tonny mengatakan keselamatan personel dan aset selalu menjadi prioritas. Menurut dia, safety bukan sekadar prosedur, tetapi syarat utama keberhasilan misi.
“Tidak ada keberhasilan yang layak dibanggakan jika harus mengorbankan nyawa atau merusak alutsista. Terbanglah dengan aman, kuasai prosedur darurat, dan patuhi aturan,” kata Tonny, dikutip dari laman TNI AL, Kamis, (6/11/2025).
Dia juga meminta agar setiap hasil latihan mesti dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi. Tujuan evaluasi itu penting untuk perkuat doktrin serta meningkatkan taktik, teknik, dan prosedur operasi di lingkungan TNI AU.

Lebih lanjut, Marsekal Tonny menyebut tantangan TNI AU ke depan semakin berat seiring perkembangan geopolitik dan kemajuan teknologi. Dia bilang penting agar prajurit TNI AU bisa terus beradaptasi, belajar, dan berlatih dengan semangat pantang menyerah.
“Profesionalisme dan kesiapan TNI AU akan selalu menjadi kekuatan andalan bangsa,” tutur Marsekal Tonny.
Marsekal Tonny juga berkesempatan mengecek jalannya latihan melalui Electronic Tactical Air Command and Control System (ETACCS) dan Tactical Air Combat Control System (TABCS) di Gedung Fighter Controller.
Adapun MOT 2025 yang digelar di Lanud Iswahjudi kini sudah memasuki tahap Large Force Employment (LFE) yang digelar sejak Selasa (4/11). Di tahap LFE, seluruh unsur udara TNI AU dikerahkan secara terpadu dalam misi berskala besar yang menuntut tingkat koordinasi dan interoperabilitas antar satuan.

