Dari sisi penyelenggara lokal, Rafidi Iqra Muhamad, Direktur PT Debindo Global Expo, menyebut penyelenggaraan GAFA bersamaan dengan IndoBuildTech Expo Part 2 menjadi peluang emas memperluas eksposur industri.
Ia menilai momentum ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang tengah mendorong pertumbuhan sektor kaca, aluminium, dan fasad.
Dalam kesempatan terpisah, Pay Yap, Ketua Asosiasi Kaca Singapura, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk mempercepat inovasi industri, sementara Darma Putra Narjadin dari AKLP menyoroti potensi Indonesia sebagai pusat regional produksi kaca di Asia.
Selama empat hari penyelenggaraan, GAFA 2025 akan menampilkan berbagai program unggulan, termasuk Asia Façade & Glass Conference, Innovation Pitching Forum, Future Arcologies, Facade Design Competition, dan Glazing Competition.
Pameran ini turut didukung oleh BAU Network, Glass Alliance, AKLP, serta Asosiasi Fasad Indonesia (PERAFI), mempertegas posisinya sebagai ajang strategis bagi masa depan industri kaca dan konstruksi Asia Tenggara.


