HOLOPIS.COM, JAKARTA – Militer Israel mengumumkan bahwa salah satu tentaranya tewas dalam pertempuran di Gaza selatan, tak lama setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan udara baru di wilayah tersebut. Kematian itu dilaporkan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hamas, meski gencatan senjata masih berlaku.
Dalam pernyataan resminya, kantor perdana menteri Israel menyampaikan, PM Benjamin Netanyahu menginstruksikan para jajaran militernya agar menyerah Gaza secara dahsyat/
“Setelah konsultasi keamanan, Perdana Menteri Netanyahu menginstruksikan jajaran militer untuk segera melakukan serangan dahsyat di Jalur Gaza,” demikian disampaikan pernyataan resmi kantor PM Benjamin Netanyahu, dikutip Holopis.com, Rabu (29/10)
Kematian prajurit tersebut diumumkan setelah sejumlah saksi mata, termasuk reporter Associated Press dan pejabat kesehatan setempat, melaporkan adanya ledakan dan tembakan tank di Kota Gaza serta Deir al-Balah. Situasi di lapangan disebut kembali memanas sejak Selasa (28/10) malam waktu setempat.
Serangan baru itu diluncurkan setelah Israel menuduh Hamas menyerang pasukannya di Gaza selatan, yang menurut mereka telah mengganggu kesepakatan damai yang sebelumnya ditengahi oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada awal bulan ini.
Hamas Membantah Tudingan Israel
Namun, Hamas membantah tuduhan tersebut dan menyatakan dalam pernyataannya bahwa mereka tetap berkomitmen terhadap gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat. Kelompok itu juga menolak tudingan Netanyahu yang menuduh Hamas melanggar kesepakatan dengan menyerahkan sisa-sisa jasad seorang sandera Israel yang telah ditemukan sebelumnya.
Ketegangan antara kedua pihak pun kembali meningkat, menandai rentetan pelanggaran dan aksi saling tuding yang terjadi di tengah upaya internasional untuk mempertahankan stabilitas di Jalur Gaza.
Perlu diketahui Sobat Holopis, konflik Israel–Hamas pecah sejak 7 Oktober 2023 ketika militan Hamas menyerang wilayah selatan Israel, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 orang. Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan besar-besaran yang hingga kini telah menewaskan lebih dari 68.000 warga Gaza dan melukai lebih dari 170.000 orang, menurut otoritas kesehatan Gaza.
Sejak gencatan senjata baru diberlakukan pada 10 Oktober, otoritas setempat mencatat sebanyak 94 warga Palestina tewas dan 344 lainnya mengalami luka-luka.


