Kementerian Ekraf Gelar Literasi Bisnis, Tekankan Akses Pendanaan dan Waspada Pinjol Ilegal

0 Shares

HOLOPIS.COM, MALANG – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf) melalui Direktorat Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi menyelenggarakan program Literasi Bisnis di Kota Malang.

Acara ini ditegaskan sebagai langkah strategis pemerintah untuk memperkuat daya saing dan mendorong 70 pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf) lokal agar siap scale-up di tengah tantangan transformasi ekonomi global.

Materi yang disajikan mencakup Pengantar Literasi Bisnis, Waspada Investasi dan Pinjaman Online, Edukasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) oleh OJK, dan Perencanaan Keuangan Bisnis Berkelanjutan.

Kolaborasi antara Kemen Ekraf, OJK, dan DPR RI ini menjadi wujud sinergi dalam membangun ekosistem ekraf yang kokoh, mandiri, dan berdaya saing global.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menyatakan program ini merupakan komitmen untuk melahirkan wirausaha kreatif yang mandiri dan inovatif. Riefky menyoroti pentingnya menciptakan ekosistem yang mendukung melalui literasi, pembiayaan, dan kolaborasi lintas sektor.

Direktur Pengembangan Anggara Hayun menambahkan bahwa literasi bisnis adalah fondasi bagi pelaku ekraf untuk naik kelas. Program ini secara spesifik bertujuan meningkatkan kapasitas dalam mengelola bisnis secara profesional, melakukan pencatatan keuangan yang sehat, mitigasi risiko, dan akhirnya layak mendapat pendanaan dari lembaga perbankan maupun non-perbankan resmi.

- Advertisement -

Anggota Komisi XI DPR RI, Hasanuddin Wahid, menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi sektor ekraf, termasuk rendahnya pemanfaatan teknologi, minimnya pengetahuan keuangan, dan pola pikir kewirausahaan yang belum tajam. Ia menekankan bahwa kendala ini menghambat pertumbuhan optimal sektor tersebut.

Sejalan dengan fokus mitigasi risiko, Kepala OJK Kota Malang, Farid Faletehan, memberikan peringatan keras kepada peserta terkait kejahatan digital, investasi, dan pinjaman ilegal.

Farid mengungkapkan adanya gap sebesar 14 persen antara tingkat inklusi dan literasi keuangan di Indonesia, menjadikan edukasi sebagai kunci utama agar pelaku ekraf terhindar dari jeratan pinjaman online ilegal yang dapat menghambat pertumbuhan usaha.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Dede Suhadi
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU