Polemik MBG Harus Dibereskan, Jangan Sampai Program Presiden Rusak

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid menilai bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto adalah kebijakan yang sangat baik dan strategis.

Apalagi program ini tidak sekadar menyasar anak-anak, melainkan kepada ibu hamil dan juga menyusui, yang dapat dilihat jelas bahwa target utama dari program ini adalah human development.

“Jujur program ini menurut saya bagus banget. Ini bagian dari bagaimana negara hadir melakukan pembangunan SDM, mempersiapkan generasi unggul dari aspek yang fundamental,” kata Habib Syakur saat dihubungi Holopis.com, Minggu (12/10/2025).

Hanya saja ia tetap memandang persoalan yang muncul dewasa ini berkaitan dengan pelaksanaan MBG tidak boleh diabaikan. Sebab kasusnya adalah keracunan dan adanya tata kelola menu makanan yang tidak mencerminkan program utama, yakni perbaikan gizi secara nasional.

“Kita tetap tidak boleh tutup mata ya. Kalau ada kasus keracunan ini berarti ada yang salah. Nah yang salah-salah ini harus kita lihat, di mana salahnya, sehingga untuk asesmen, kita bisa tahu nanti bagaimana memperbaikinya,” ujarnya.

Walaupun dirinya mengaku bukan ahli gizi, namun persoalan utama di balik keracunan adalah kualitas konten makanannya. Apakah kualitas makannya terjamin dan atau kebersihan tempat makannya.

“Saya kira Pak Prabowo perlu membentuk tim khusus untuk investigasi. Telusuri mulai dari tempat pengolahannya yang ada di dapur SPPG. Kemudian dari aspek distribusi, hingga bagimana pembagian dan penyajiannya di sekolah. Nantinya itu yang akan dijadikan rujukan perbaikan,” ujarnya.

Selain itu, ulama asal Malang Raya ini juga menegaskan jika MBG harus berjalan sesuai dengan core model-nya, di mana menu makanan yang disajikan bukan makanan instant atau junkfood, semua harus berasal dari bahan baku alami, petani, peternak dan nelayan Indonesia.

“Namanya MBG, menunya harus sehat, jangan hasil olahan ultra processed food, sayuran dan buah segar, telur, nasi atau olahan sesuai kearifan lokal, susu dan yang bernutrisi. Jangan snack atau ciki-cikian, kan namanya gizi ya harus bergizi kan,” tutur Habib Syakur.

Oleh sebab itu, ia pun berharap semua bekerja dengan sungguh-sungguh, memastikan program terlaksana dengan baik dan memastikan semuanya layak konsumsi. Sehingga kasus keracunan makanan, menu yang disajikan jauh dari kata sehat dan bergizi tidak menjadi pemberitaan rutin di mata publik yang bsia berdampak buruk bagi citra dan perspektif rakyat kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Menurut saya Presiden harus keras, jangan ewoh pekewoh. Kalau ada SPPG yang melanggar, beri sanksi tegas, semua harus patuh pada SOP dan standar yang ditetapkan. Jaga makanan higienis dari olahan sampai perut penerima, apalagi penerima kan ada ibu hamil dan menyusui juga. Kalau ini rusak, maka tidak hanya programnya yang rusak, tapi SDM kita juga bisa rusak,” pungkasnya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU