HOLOPIS.COM, BANJARMASIN – Jika biasanya Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) berurusan dengan startup, film, atau warisan budaya, hari ini ia “turun gunung” ke ranah pendidikan. Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekraf, mendarat di SMAN Banua, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, bukan untuk mempromosikan pariwisata, melainkan meresmikan Sekolah Garuda Transformasi.
Peresmian serentak 16 sekolah unggulan se-Indonesia ini merupakan inisiatif monumental dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, yang memiliki satu misi ambisius yaitu mencetak talenta Indonesia untuk menembus universitas kelas dunia.
Dalam sambutannya, Menteri Riefky, yang mewakili Presiden Prabowo, membawa nuansa yang berbeda. Ia tidak hanya berbicara soal sains dan teknologi, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan kepercayaan diri.
Ia lantas berbagi cerita personal yang jarang diungkap ke publik, pengalamannya menempuh pendidikan di SMA Negeri 6 Jakarta dan, yang lebih menarik, pendidikan militer yang ia tempuh di luar negeri. Riefky meyakini, paduan antara kedisiplinan dan pengembangan diri inilah yang menjadi bekal awal kariernya hingga kini.
“Sekolah Garuda ini bukan sekadar mengejar skor tinggi. Ini adalah ikhtiar Presiden Prabowo Subianto untuk melahirkan generasi pemimpin yang punya wawasan global, tapi tetap punya kepekaan lokal. Di hari baik ini, putra-putri terbaik Banua harus menjadi kader yang unggul, tangguh, dan inovatif,” ujar Menteri Ekraf dengan semangat.
Filosofi ini menjawab data miris yang melatarbelakangi program ini. Dari 284 juta penduduk, Indonesia hanya memiliki 62.800 pelajar di luar negeri. Angka ini jauh tertinggal dari Tiongkok (1 juta) atau India (622 ribu). Targetnya jelas yaitu pada 2029, Pemerintah menargetkan pembinaan 80 Sekolah Garuda Transformasi dan 20 Sekolah Garuda Baru.
Program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan unggul secara inklusif, memastikan anak-anak berprestasi dari seluruh penjuru negeri, termasuk Kalimantan Selatan, dapat menjadi talenta sains dan teknologi kelas dunia.
Tommy Prabowo, Guru Bahasa Inggris di Sekolah Garuda Banua, menyambut inisiatif ini dengan campuran rasa bangga dan tanggung jawab besar.
“Keyakinan kami kuat di pundak para Guru Garuda terpikul tanggung jawab yang melahirkan generasi yang adaptif, kreatif, dan berkarakter. Kami siap membangun Indonesia dari bumi Kalimantan Selatan, sesuai cita-cita menuju Indonesia Emas 2045,” tutur Tommy.
Dengan peninjauan langsung oleh Menteri Ekraf, seorang figur yang berhasil memadukan jalur pendidikan formal, militer, dan kini karier di sektor kreatif, Sekolah Garuda Transformasi di Banjarmasin diresmikan bukan hanya sebagai gedung baru, tetapi sebagai simbol bahwa inovasi kepemimpinan dan pendidikan unggul adalah dua sisi mata uang menuju Indonesia Emas.



